Koma.id– Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas. Jokowi menduga ada agenda besar politik yang berupaya menjatuhkan reputasi politik dirinya serta putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dugaan ini muncul di tengah isu pemakzulan Gibran dan sorotan publik terhadap keaslian ijazah Jokowi.
Sementara itu, langkah Polda Metro Jaya yang resmi menaikkan status laporan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dari tahap penyelidikan ke penyidikan, menuai kritik.
Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menyayangkan tindakan Polda Metro. Menurutnya, penyidik seharusnya menunggu hasil gelar perkara khusus yang tengah dilakukan Bareskrim Polri terkait pembuktian keaslian ijazah Jokowi sebelum mengambil keputusan hukum lebih lanjut.
Terpisah, pakar telematika Roy Suryo mengklaim telah mengantongi lima ijazah asli milik rekan seangkatan Jokowi. Dokumen tersebut bukan sekadar salinan, melainkan ijazah asli yang hingga kini belum ditunjukkan ke publik karena permintaan pemiliknya.







