Koma.id | Jakarta – Sebuah langkah konkret menuju penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran digulirkan dalam kegiatan Diklat Senkom Mitra Polri yang digelar di kawasan Jakarta Timur akhir pekan ini. Dengan menghadirkan jajaran narasumber yang berkompeten di bidangnya, acara ini menjadi titik temu antara pelatihan manajemen risiko, kemampuan berbicara di depan publik, dan yang paling disorot simulasi serta edukasi dari Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur.
Acara yang di pimpin oleh M. Fauzi selaku Wakil Ketua Senkom Kota Jakarta Timur, acara berlangsung hangat namun penuh pesan serius. Warga dan peserta diklat diberikan pemahaman praktis tentang cara menghadapi insiden kebakaran, mulai dari identifikasi titik api, penggunaan alat pemadam ringan (APAR), hingga strategi evakuasi yang efektif. Minggu (13/07/25).
Bukan sekadar teori, atraksi langsung dari tim pemadam kebakaran menjadi magnet utama dalam diklat. Dengan perlengkapan lengkap dan pendekatan interaktif, tim memberikan simulasi penyelamatan korban dalam situasi asap tebal, serta demonstrasi penggunaan alat pemadam yang benar.
BACA JUGA : Senkom Mitra Polri dan BNPB Tingkatkan Sinergi dalam Penanggulangan Bencana
Selain sesi pemadaman, peserta juga mendapatkan materi dari dua sosok inspiratif: Aswin Ratu Langie, Konsultan Manajemen yang membahas pentingnya kepemimpinan tanggap darurat, serta M. Nur Huda, praktisi public speaking yang mengajak peserta untuk menyampaikan pesan kedaruratan secara efektif dan tidak panik.
Diklat ini bukan hanya ajang edukasi, tapi juga perwujudan kolaborasi antara lembaga, masyarakat, dan profesional demi menciptakan lingkungan yang lebih aman. Terlihat antusiasme warga yang tinggi, terutama saat sesi tanya-jawab dan simulasi api, membuktikan bahwa literasi keselamatan bukan lagi isu pinggiran.
BACA JUGA : Senkom Mitra Polri Latih Pelajar Simulasi Vertical Rescue di Acara PRB Aceh
Senkom berharap kegiatan semacam ini dapat digelar secara rutin di berbagai titik, terutama di wilayah padat penduduk yang rawan risiko kebakaran.








