Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Polemik Ijazah Jokowi Memanas, Refly Harun Kecam Seruan Penangkapan dari Anggota DPR

Views
×

Polemik Ijazah Jokowi Memanas, Refly Harun Kecam Seruan Penangkapan dari Anggota DPR

Sebarkan artikel ini
Polemik Ijazah Jokowi Memanas, Refly Harun Kecam Seruan Penangkapan dari Anggota DPR

Koma.id, Jakarta – Polemik seputar ijazah Presiden Joko Widodo kembali memanas dan menjadi sorotan publik nasional. Isu lama yang sempat mereda itu kini mencuat lagi, memicu perdebatan sengit hingga memantik reaksi keras berbagai pihak.

Situasi semakin panas setelah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Irma Suryani Chaniago, secara terbuka mendesak agar pihak-pihak yang terus mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi segera ditangkap. Pernyataan kontroversial Irma tersebut menuai kritik tajam dari kalangan ahli hukum.

Silakan gulirkan ke bawah

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, dalam sebuah podcast yang kini viral, menilai sikap Irma sebagai bentuk pembelaan kekuasaan yang keliru. Refly menegaskan, seorang anggota DPR semestinya mengayomi rakyat, bukan justru bersikap represif terhadap suara kritis.

“Irma Suryani Chaniago ini aneh ya. Dia ini anggota DPR, tapi kok malah menyerang rakyatnya sendiri? Seharusnya sebagai anggota DPR, ia mengayomi, menengahi, bukan malah meminta penangkapan,” ujar Refly Harun tegas.

Refly mengingatkan, mempertanyakan keabsahan dokumen publik, termasuk ijazah pejabat negara, adalah hak warga negara dalam kerangka demokrasi dan kebebasan berpendapat.

“Yang harus dilakukan adalah membuktikan ijazah itu sah, bukan membungkam pertanyaan publik dengan ancaman hukum. Pemerintah seharusnya membuka data seluas-luasnya agar polemik ini tidak terus berlarut,” jelasnya.

Polemik ijazah Jokowi sendiri telah muncul sejak beberapa tahun terakhir, namun berkali-kali ditepis oleh pihak Istana yang menegaskan dokumen pendidikan Presiden sah dan autentik. Meski begitu, isu ini kerap kembali mencuat menjelang momen politik penting, menambah panas suhu politik nasional.

Hingga kini, perdebatan publik terus bergulir di media sosial, dengan sebagian mendukung langkah Irma demi menjaga stabilitas politik, sementara lainnya mengecamnya sebagai ancaman terhadap kebebasan berpendapat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.