Koma.id– Polemik seputar keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali menjadi sorotan publik. Pengamat politik Rocky Gerung menyebut pernyataan kuasa hukum Jokowi yang menyatakan bahwa menunjukkan ijazah ke publik bisa menimbulkan kekacauan adalah bentuk kepanikan. Saat ini baginya publik hanya menginginkan kejujuran.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan proses penyelidikan atas laporan dugaan pemalsuan ijazah masih berlangsung. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa penyidik telah melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk SMA Negeri 6 Surakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM), dua institusi pendidikan yang tercantum dalam riwayat pendidikan Jokowi.
Di sisi lain, praktisi hukum Deolipa Yumara menanggapi kritik dari Roy Suryo yang menyamakan keengganan Jokowi menunjukkan ijazahnya dengan dagelan Srimulat.
Deolipa menilai, sebaiknya masyarakat memberi ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja. Ia bahkan menyarankan, jika masih ada pihak yang merasa ragu, sebaiknya menempuh jalur pra peradilan.







