Koma.id– Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan bahwa sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia menerima pendanaan dari pihak asing. Pernyataan ini langsung menuai tanggapan beragam.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai bahwa LSM yang didanai asing seharusnya bukan dianggap sebagai musuh utama bangsa. Menurutnya, musuh terbesar justru berada di lingkaran elite pemerintahan yang terjerat praktik korupsi, baik secara materiil maupun moriil.
Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, membenarkan bahwa Presiden Prabowo sudah memiliki data lengkap terkait LSM yang terafiliasi dengan pihak asing.
Hasan menyebutkan bahwa penerimaan dana asing itu sesuai dengan pernyataan Prabowo dalam pidatonya yang menyinggung potensi konflik horizontal di tengah masyarakat. Ia juga menilai bahwa pendanaan asing kepada LSM merupakan bentuk pendiskreditan terhadap kinerja pemerintah.







