Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiNasional

Harga Emas Tertinggi Sepanjang Masa, Kebijakan Tarif Trump Jadi Sorotan

Views
×

Harga Emas Tertinggi Sepanjang Masa, Kebijakan Tarif Trump Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Tertinggi Sepanjang Masa, Kebijakan Tarif Trump Jadi Sorotan

Koma.id | Bukittinggi – Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, dipicu oleh kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Di Bukittinggi, Sumatera Barat, harga emas perhiasan melonjak hingga Rp1.680.000 per gram, mencatatkan sejarah baru dalam perdagangan emas di kota tersebut.

Sabtu pagi, aktivitas jual beli di sejumlah toko emas di Bukittinggi tetap ramai meski harga emas melambung tinggi. Warga yang terbiasa berinvestasi emas tetap membeli, percaya bahwa emas adalah pilihan investasi yang aman sekaligus perhiasan yang bernilai.

Silakan gulirkan ke bawah

“Daripada menyimpan uang, lebih baik menyimpan emas. Beli sekarang daripada nanti naik lagi,” ujar Mis, salah satu warga Bukittinggi. Sabtu (05/04/25).

Namun, tidak semua warga membeli emas. Sebagian terpaksa menjual emas mereka untuk tambahan modal dagang atau memenuhi kebutuhan pasca-Lebaran.

“Sekarang jual emas karena butuh dana. Harga emas melonjak, jadi untung untuk menjual, tapi nanti entah bisa beli lagi atau tidak,” kata Riki, warga lainnya.

Harga Emas Tertinggi Sepanjang Masa
Harga Emas Tertinggi Sepanjang Masa

Pedagang emas di kawasan Pasar Atas, Bukittinggi, menyebutkan bahwa harga emas tertinggi terjadi pada Jumat kemarin, yakni Rp1.660.000 per gram. Hari ini, harga jual emas turun menjadi Rp1.640.000 per gram, sementara harga beli emas dari warga juga turun Rp20.000 menjadi Rp1.600.000 per gram.

Kebijakan tarif Trump dinilai memiliki dampak besar terhadap inflasi global, termasuk harga emas. “Inflasi terlalu tajam, ekonomi bisa memburuk. Untungnya emas masih bisa dijual beli, meski daya beli masyarakat menurun,” ujar On, pedagang emas di Bukittinggi.

Di pasar global, harga emas dunia juga mengalami fluktuasi. Setelah mencapai rekor tertinggi baru di level US$3.167,57 per troy ons pada Rabu (3/4/2025), harga emas turun 0,66% menjadi US$3.112,83 per troy ons. Pelemahan ini terjadi setelah aksi penjualan oleh pelaku pasar. Bank sentral diharapkan dapat mempertahankan reli emas dengan pembelian untuk diversifikasi cadangan dari dolar.

Meski harga emas diproyeksikan tetap tinggi pada semester pertama 2025, faktor pasar fisik dan finansial diperkirakan akan menekan harga emas pada akhir tahun. HSBC memperkirakan harga emas rata-rata akan mencapai US$3.015 per troy ons.

Kenaikan harga emas yang signifikan ini menjadi tantangan bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus mencerminkan dampak kebijakan ekonomi global terhadap kehidupan sehari-hari.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.