Koma.id– Tiktoker Netha Viany akhirnya kena batunya, buntut fitnah Polisi Gugur di Way Kanan yang telah dihapusnya sudah terlanjur viral di media sosial. Meski videonya telah dihapus, ia tak bisa lepas dari tanggung jawab.
Peneliti CIE, Maulana, menegaskan bahwa jejak digital tak bisa dihapus begitu saja. Konten provokatif yang dibuat Netha telah banyak diunduh dan menyebar luas. Artinya, kerusakan yang ia timbulkan tak bisa serta-merta dihapus dengan satu klik hapus video.
“Sudah berkali-kali diingatkan untuk bijak di media sosial, tapi justru makin menjadi-jadi! Kritik boleh, tapi jangan sampai keterlaluan dengan memfitnah tanpa bukti. Sekarang kena batunya,” ujar Maulana kepada awak media hari ini.
Maulana yang telah menonton video dan narasi yang dibangun Tiktoker Netha Viany, tampak dengan tega orang yang sudah meninggal pun difitnahnya tanpa empati. Padahal jelas pokok perkaranya adalah kasus penembakan oleh oknum TNI sekaligus pemilik judi sabung ayam yang digerebek oleh para korban.
“Orang mati dikriminalisasi, dikambinghitamkan! Kasihan, mereka sudah kehilangan nyawa, kini difitnah pula,” tandasnya.
Maulana mendorong agar Netha Viany segera diproses hukum pasalnya jika dibiarkan maka konten semacam ini bisa menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat yang kebablasan.
“Aparat bertindak tegas, kalau tidak Netha Viany akan terus bersembunyi di balik dalih sudah menghapus video. Jejak digital tak bisa dihapus begitu saja! Kontennya sudah banyak didownload dan tersebar luas,” tandasnya.







