Koma.id– Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, tengah menjadi sorotan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengungkap keterlibatannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang 2024. Yandri diduga cawe-cawe dalam mendukung istrinya, Ratu Rachmatuzakiyah, yang maju dalam kontestasi tersebut. Akibatnya, berbagai pihak kini mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopotnya dari Kabinet Merah Putih.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa tindakan Yandri sudah tidak lagi sejalan dengan visi-misi Presiden Prabowo dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, seorang menteri seharusnya fokus pada tugasnya dan tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan politik keluarga.
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto. Ia menegaskan bahwa Prabowo harus segera mengganti menteri yang menggunakan posisinya untuk kepentingan pribadi, terutama jika hal tersebut tidak berkaitan dengan program pemerintahan yang telah dijanjikan kepada rakyat.
Meskipun Yandri berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN), salah satu partai pengusung Prabowo, Hari menegaskan bahwa kesalahan tetaplah kesalahan. Ia mengingatkan bahwa citra pemerintahan tidak boleh dikorbankan hanya demi mempertahankan menteri yang diduga menyalahgunakan wewenangnya.







