Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamananNasional

Pakai Lirik Hoaks Buat Kritik, Lagu Sukatani Wajib Dihapus Platform Medsos

Views
×

Pakai Lirik Hoaks Buat Kritik, Lagu Sukatani Wajib Dihapus Platform Medsos

Sebarkan artikel ini
Pakai Lirik Hoaks Buat Kritik, Lagu Sukatani Wajib Dihapus Platform Medsos
Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan. (Dok.DL)

Koma.id Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, menekankan lirik lagu “Bayar Bayar Bayar” milik band punk asal Purbalingga, Sukatani, memang wajib dihapus dari berbagai platform di media sosial. Mengingat narasinya menyesatkan dan hoax.

Contohnya salah satu bagian liriknya, “Masuk ke penjara, bayar polisi. Keluar penjara, bayar polisi,” sangat tidak sesuai dengan fakta, sebab pengelolaan narapidana berada di ranah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bukan di bawah kewenangan Polri.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kita tahu bahwa urusan di lembaga pemasyarakatan itu wilayahnya Menteri Hukum jadi sudah lepas dari urusan polisi, jadi kita juga harus banyak literasi. Kita boleh mengkritik tapi dengan cara yang benar,” kata Ken hari ini.

Ken Setiawan, menekankan pentingnya kebebasan berpendapat yang tetap dalam koridor yang benar ditengah demokrasi menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan kritik, agar tidak melanggar fakta atau bahkan mengarah pada ujaran kebencian.

Apalagi aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, memiliki tugas berat dalam menjaga stabilitas negara. Jadi, seharusnya masyarakat mendukung kinerja aparat dengan tetap bersikap kritis secara proporsional dan bertanggung jawab bukan kritik menggunakan data hoax.

“Tugas aparat keamanan itu mulia dan penuh risiko. Jika ada kesalahan, kita boleh mengingatkan, tapi tetap dalam koridor yang benar. Jangan sampai kritik yang tidak berdasar justru membawa konsekuensi hukum,” pungkasnya.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.