Koma.id, Jakarta – Sejumlah kalangan menyorot kinerja 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyoroti bagaimana Prabowo melibatkan begitu banyak personel militer dalam menjalankan proyek-proyek ambisius pemerintahannya.
Kortas Tipikor Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara, Kerugian Negara Diindikasikan Rp5 Triliun
Pada rentang 100 hari kepemimpinannya, Prabowo memberikan ruang kepada militer untuk merangsak masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sementara itu, BEM Nusantara, melalui konsolidasi nasional yang melibatkan seluruh daerah yang tergabung di dalamnya, menyampaikan sikap kritis terhadap 100 hari kerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan kajian akademik mendalam, BEM Nusantara menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai belum berjalan optimal akibat perencanaan yang kurang matang dari kementerian terkait.
Hal sama dilakukan BEM SI pp. Andrian Maulana yang menggelar aksi turun kejalan pada 28 Januari kemarin di Patung Kuda. Mereka juga mengevaluasi kinerja Prabowo-Gibran selama 100 hari kerja.







