Koma.id, Jakarta – Masuk 100 hari kerja pemerintah, Presiden Prabowo Subianto disarankan untuk melakukan pembenahan besar dalam kabinetnya guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti menyebutkan bahwa Prabowo perlu merampingkan kabinet dan melakukan reformasi di berbagai sektor, termasuk pemberantasan korupsi dan efisiensi birokrasi.
Prabowo diminta untuk mencopot Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi.
Terpisah, Peneliti senior LSI Denny JA Ardian Sopa mengatakan setidaknya ada tiga program maupun wacana kebijakan Prabowo-Gibran yang mendapat nilai negatif berdasarkan asesmen lembaganya.
Skor negatif paling besar, yakni usulan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD dengan skor -7,9. Program kedua yang dinilai negatif ialah pembentukan kabinet jumbo, dengan skor penilaian -6,8. Selanjutnya, penghapusan utang UMKM yang macet.










