Koma.id– Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo DP Irhamna menyampaikan, peningkatan utang Indonesia di tengah menurunnya pendapatan negara dapat berpotensi menurunkan investment rating negara. Indonesia bisa dianggap tidak mampu untuk membayar utang atau berisiko gagal bayar. Oleh karena itu, pemerintah perlu lebih berhati-hati dalam mengambil utang tambahan.
Ariyo menekankan perlunya kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan dan mengendalikan pengeluaran. Dia juga menyebutkan bahwa salah satu pengeluaran besar saat ini adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), meskipun menggunakan skema investasi pihak ketiga. Ariyo memperingatkan bahwa pembangunan ini dapat terhenti di masa pemerintahan berikutnya jika tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran negara.







