Koma.id – Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman, mengingatkan akan munculnya ancaman dari kelompok-kelompok yang terkait dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Gerakan ini kembali terdeteksi pada tanggal 17 Februari 2024, di mana sekelompok anak muda dari berbagai daerah di Indonesia dikumpulkan di Taman Mini, Jakarta Timur dengan tujuan yang tidak jelas.
Menurutnya, kelompok ini dikhawatirkan memiliki agenda untuk menggulingkan Pancasila dan mendorong terbentuknya negara khilafah.
“Ini pasti mereka menginginkan negara khilafah dan ingin merubah Pancasila,” kata Pangeran Norman, Rabu (21/2/2024).
Meskipun HTI telah dilarang oleh pemerintah, lanjut Pangeran Norman, namun keberadaan anggotanya masih terus muncul, bahkan saat ini mereka terlihat melakukan rekrutmen di kalangan anak muda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka dapat menjadi sumber potensi konflik di masa depan.
Pangeran Norman juga menyoroti perlunya peran aktif dari Badan Intelijen Negara dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) dalam memantau aktivitas kelompok-kelompok ini serta mengambil tindakan preventif yang diperlukan.
Analisisnya, bahwa ada potensi gangguan menjelang hasil resmi penghitungan suara Pilpres 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum. Hal itu bakal dilakukan dengan menggunakan demokrasi sebagai kedok untuk kepentingan politik mereka.
“Ini analisa saya yang bikin ribut Pemilu belum selesai-selesai mengatasnamakan mahasiswa dan segala macam mengatasnamakan demokrasi,” tambahnya.







