Koma.id – Enam bulan sudah Pilot Susi Air disandera oleh KKB di Papua.
Akan tetapi belum diketahui, bagaimana nasib dari pilot Kapten Philip Mark Merthens disandera sejak tanggal 7 Februari.
Sebab, upaya pembebasan hingga tidak menemukan solusi, komunikasi yang dibangun oleh pihak aparat selalu kesulitan dan alot.
PM Selandia Baru pun, kini sudah angkat bicara dan mendedak KKB Papua agar membebaskan warga negaranya.
Sementara keberadaan dari Philip sudah terdeteksi, namun pihak TNI-Polri kesulitan melakukan upaya pembebasan karena lokasi yang sangat sulit dijangkau.
Selain itu cuaca ekstrim di kawasan tempat di mana Philip disandera dan disenyumbukan di markas KKB tersebut.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengakui lokasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyandera pilot Susi Air berada di medan yang sangat sulit dijangkau.
Menurut dia, Pimpinan KKB Egianus Kogoya juga sering berpindah-pindah lokasi penyanderaan.
“Kadang mereka di wilayah Nduga dan Lanny Jaya sehingga anggota sulit mendekati lokasi, apalagi KKB juga selalu menjaga sandera,” katan Kapolda yang dilansir dari Tribun Papua, Sabtu (12/8).
Sementara itu, Philip terdeteksi berada di kawasan Nduga di Puncak Perbukitan, namun kadang di Lanny Jaya.
Maka itu, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengaku pihaknya telah melakukan pendekatan lewat tokoh dari unsur agama, adat, dan kerabat dari Egianus Kogoya.
“Langkah-langkah yang sudah kami lakukan selama ini yakni melakukan pendekatan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan keluarga,” ujarnya.
Menurut Jenderal Bintang Dua ini, upaya akan terus dilakukan meski sejauh ini belum ada respon yang baik dari pihak KKB.
“Ini selalu terus kami lakukan, mudah-mudahan Egianus bisa segera serahkan pilot kepada kami,” ujar Fakhiri, di Jayapura, Senin (7/8/2023) lalu.
Sementara itu, Pemerintah Selandia mendesak agar pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens dibebaskan dari tawanan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.
Seruan pembebasan penyanderaan yang dilakukan sejak enam bulan lalu disampaikan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Chris Hipkins, Rabu (9/8/2023).
“Saya ingin mendesak, sekali lagi, mereka yang menahan Phillip untuk segera membebaskannya,” katanya seperti dikutip dari AFP.
Dia sedih dan merasa hal ini tak adil, sebab Phillip adalah seorang ayah, suami, saudara laki-laki yang baik.”Juga oleh anak yang sangat dicintai,” kata Hipkins kepada para wartawan di Auckland seperti dilansir dari Tribun Jambi.













