Koma.id– Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menyebut harga bawang putih masih bombastis. Harusnya harga normal bawang putih perkilonya Rp20.000/kilogram. Sekarang malah menjadi Rp35.000-Rp37.000/kilogram.
“Berarti ada policy yang kurang tepat. Nah, ini mungkin yang harus didalami kenapa harganya sampai tinggi. Padahal, kan kita ketahui bawang putih ini hampir sebagian besar impor,” kata Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira dikutip.
Seharusnya, lanjut Anggawira, Kementerian Perdagangan di bawa tampuk kepemimpinan Zulkifli Hazan (Zulhas) bergerak cepat melakukan evaluasi kebijakan secara transparan. Apalagi ada informasi awal dari Anggota Komisi VI DPR RI terkait dugaan adanya mafia dalam perizinan impor bawang putih yang diterbitkan Kemendag.
“Katanya ada indikasi, dicek aja di RDP DPR kemarin udah cukup rame ya. Intinya menurut saya, Mendag (Zulkifli Haan) agar bisa menindaklanjuti hal ini dan melakukan komunikasi dengan dunia usaha,” ujarnya.
Sementara itu sesui pengakuan Ombdusman RI, lembaga negara ini sudah meminta data-data awal ke Kemendag dan Kementan terkait penerima impor lima tahun terakhir dan data penerima RIPH dari Kementan.
Namun, kementerian di bawah kepemimnina Zuhas itu masih diam seribu bahasa, sehingga Ombdusman mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk mempersiapkan langkah selanjutnya.
“Ada dugaan kuat praktik impor yang diduga tidak memenuhi prinsip good governance, akuntable, dan transparan. Intinya tidak bisa dipertanggungjawabkan dan prosedurnya tidak jelas,” kata Komisioner Ombudsman Yeka Hendra Fatika.







