Koma.id | Bogor – Laga Grup A Piala AFF 2026 antara Timnas Indonesia vs Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (03/08) pukul 20.30 WIB, menjadi penentu nasib skuad Golden Star Warriors sekaligus masa depan pelatih kepala Kim Sang-sik.
Vietnam wajib meraih poin penuh untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. Kekalahan dari Indonesia akan membuat mereka kehilangan kendali atas nasib sendiri. Situasi semakin pelik jika laga terakhir melawan Kamboja tidak berbuah kemenangan, atau jika pertandingan Indonesia vs Singapura berakhir imbang maupun dimenangkan The Lions.
Aksi AMPB Berakhir! Surat Komitmen DPR soal RUU Perampasan Aset Dibacakan, Massa Pilih Pulang
Sebagai juara bertahan, ekspektasi publik Vietnam berada di level tertinggi. Media lokal Soha menyoroti tekanan besar yang dihadapi tim, terlebih dengan masuknya sejumlah pemain naturalisasi baru seperti Xuan Son, Hoang Hanh, dan Tai Loc.
Kekalahan dari Indonesia diyakini akan memicu evaluasi tajam terhadap keputusan taktik, susunan pemain, hingga strategi Kim Sang-sik. Publik Vietnam menuntut hasil maksimal, sementara federasi sepak bola disebut siap mengambil langkah tegas jika tim gagal lolos dari fase grup.
โSegala keputusan pelatih akan menjadi sorotan. Jika Vietnam tersingkir, beban evaluasi akan langsung menghantam Kim Sang-sik,โ tulis laporan media lokal.
Meski demikian, kegagalan di Piala AFF 2026 tidak otomatis menghancurkan sepak bola Vietnam. Sejarah mencatat, pengalaman pahit di turnamen regional kerap menjadi fondasi perombakan dan kebangkitan. Vietnam masih memiliki agenda penting seperti Kualifikasi Piala Asia dan persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026.
Di sisi lain, Timnas Indonesia tampil dengan skuad penuh percaya diri setelah dua kemenangan atas Kamboja (5-1) dan Timor Leste (3-0). Kehadiran pemain naturalisasi berkualitas membuat Garuda dipandang sebagai lawan paling tangguh di turnamen.
Pertandingan malam ini bukan hanya soal tiket semifinal, tetapi juga bisa menjadi titik balik karier Kim Sang-sik di sepak bola Asia Tenggara.









