Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Tujuh Hari Ngungsi Polisi Lakukan Trauma Healing Pada Korban Banjir

×

Tujuh Hari Ngungsi Polisi Lakukan Trauma Healing Pada Korban Banjir

Sebarkan artikel ini
Tujuh Hari Ngungsi Polisi Lakukan Trauma Healing Pada Korban Banjir

Koma.id – Hingga hari ke tujuh banjir masih terus merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Untuk menghibur warga ragam cara dilakukan oleh petugas kepolisian untuk menenangkan warga yang terkena dampak musibah banjir.

Silakan gulirkan ke bawah

Trauma Healing yang dipilih Polres Jombang Polisi tersebut kepada warga yang tinggal di pengungsian, mereka mengajak anak-anak hingga para ibu untuk bergembira bersama, bernyanyi hingga diberikan hadiah berupa snack untuk anak-anak bersama badut zebra.

Kedatangan rombongan Polres Jombang dan badut tersebut disambut gembira anak-anak di pengungsian. Hal ini disampaikan Rangga siswa SD Tempura kelas 4 setelah ikut bersenang-senang dan mendapatkan hadiah snack dari para Polwan.

“Senang bisa bermain namu maunya banjir selesai dan bisa belajar disekolah lagi.” Ujar Rangga. Jumat (13/12/24).

Kedatangan para Polisi dari Polres Jombang mengaku sengaja datang ke tempat pengungsian mengingat sudah seminggu banjir dan belum kunjung surut sempurna, yang mengakibatkan para warga belum bisa kembali ketempat tinggalnya masing-masing.

Tidak hanya itu Polantas Polres Jombang juga membawa beberapa donasi untuk kebutuhan para pengungsi, terutama wanita dan anak-anak.

“Kami memberikan donasi berupa sembako, air mineral, pembalut, susu ada bumbu dapur juga karena ditempat penampungan membutuhkan bumbu dapur untuk memasak setiap harinya.” Kata Iptu Rita Puspitasari, Kasat Lantas Polres Jombang.

Dengan Trauma Healing yang diberikan Iptu Rita dan kawan-kawan berharap para korban banjir merasa terhibur, sehingga bisa sedikit mengobati kejenuhan para pengungsi.

Banjir sudah tujuh hari merendam ratusan rumah di Desa Jombok dan Desa Blimbing, sejak sepekan lalu ratusan warga terpaksa harus meninggalkan rumahnya dan tinggal di pengungsian.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.