Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Rupiah Kian Tertekan, Kini Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah

×

Rupiah Kian Tertekan, Kini Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah

Sebarkan artikel ini
Mata uang Rupiah
Rupiah mata uang resmi yang berlaku di Republik Indonesia. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah masuk dalam daftar mata uang terlemah di dunia versi Forbes pada April 2026. Dalam daftar tersebut, rupiah Indonesia menempati posisi kelima sebagai mata uang dengan nilai terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Data tersebut mencerminkan masih rendahnya nilai tukar rupiah jika dibandingkan dengan dolar AS, yang hingga kini tetap menjadi acuan utama dalam perdagangan global. Saat ini, nilai 1 rupiah berada di kisaran USD 0,000059, yang berarti 1 dolar AS setara dengan sekitar Rp17.000.

Silakan gulirkan ke bawah

Bahkan, berdasarkan data pasar pada Kamis (23/4/2026), nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS, menandai tekanan yang cukup kuat terhadap mata uang domestik.

Sebagai perbandingan, mata uang terkuat di dunia saat ini masih dipegang oleh dinar Kuwait, yang nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan dolar AS. Sementara itu, sejumlah mata uang lain di dunia juga tercatat memiliki nilai sangat rendah, bahkan membutuhkan puluhan ribu hingga jutaan unit untuk setara dengan 1 dolar AS.

Meski demikian, pelemahan nilai tukar rupiah tidak berdiri sendiri. Pemerintah dan otoritas moneter sebelumnya menegaskan bahwa tekanan terhadap mata uang negara berkembang terjadi secara global, dipicu oleh penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, serta pergerakan modal internasional.

Bank Indonesia menyatakan bahwa pergerakan rupiah masih relatif sejalan dengan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan. Faktor eksternal seperti kenaikan suku bunga global, konflik geopolitik, hingga fluktuasi harga komoditas turut memengaruhi stabilitas nilai tukar.

Di sisi lain, fundamental ekonomi domestik dinilai masih cukup kuat, dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi terkendali, serta cadangan devisa yang relatif stabil. Hal ini menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan rupiah di tengah tekanan global.

Meski masuk dalam daftar mata uang terlemah, posisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi ekonomi secara keseluruhan, melainkan lebih menggambarkan nilai nominal tukar terhadap dolar AS.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.