KOMA.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta demonstrasi yang berlangsung di enam titik Jakarta dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Pramono menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi perlu tetap memperhatikan ketertiban umum.
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Secara khusus, Pramono menyoroti aksi Greenpeace di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ia berharap para aktivis segera menurunkan spanduk yang dibentangkan di atas Monumen Selamat Datang agar situasi di kawasan tersebut tetap terkendali.
Menurut Pramono, penyampaian aspirasi harus berlangsung dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari di ibu kota.
Berharap Aspirasi Demonstran Didengar Pemerintah
Demonstrasi yang berlangsung pada Selasa tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah kelompok masyarakat menggelar aksi untuk menyampaikan tuntutan dan kritik terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
Pramono berharap rangkaian aksi di sejumlah titik Jakarta dapat berjalan dengan aman dan tertib. Ia juga meminta agar aspirasi para demonstran mendapat perhatian dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sesuai kewenangannya.
“Hari ini adalah dua tahun pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wapres Gibran. Tentunya saya sebagai Gubernur Jakarta bersama pak wagub berharap, berkeinginan bahwa aksi ataupun demonstrasi yang diadakan berlangsung dengan tertib, berlangsung dengan aman, nyaman,” katanya.
Ia meyakini aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan perhatian pemerintah. Menurutnya, tuntutan tersebut perlu didengar oleh pihak yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjutinya.
“Yang menjadi keinginan, harapan pasti saya yakin akan didengarkan dengan baik oleh pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah Jakarta sendiri,” ujarnya.
Pramono berharap demonstrasi dalam momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya menjadi sarana penyampaian tuntutan, tetapi juga membuka ruang bagi pemerintah untuk mencermati aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya sesuai kewenangan masing-masing.














