Koma.id– Genderang perang terhadap narkoba terus ditabuh guna memerangi barang haram tersebut di Republik ini. Ritme pertempuran dinaikkan dan denyut operasi penindakan menggema dari Jakarta hingga Aceh. Hasilnya para jaringan pengedar mulai tiarap, tunggang-langgang dilibas.
Berdasar rangkuman redaksi, jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) dibawah tampuk kepemimpinan Komjen Pol Suyudi Ario Seto tepatnya pada Pada 5-7 November, BNN bersama perangkat terkait menggelar operasi mulai dari Kampung Bahari, Jakarta Utara. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai episentrum peredaran narkoba diobrak abrik. Dalam sehari, Sabu , ganja, ekstasi, hingga deretan alat isap dan uang tunai beserta sejumlah pelaku turut diamankan.
Tak berhenti di sana, dua hari kemudian BNN kembali menyapu bersih kawasan itu. Hasilnya jauh lebih besar, sabu seberat 89 kilogram disita, bersama ganja dan ratusan butir ekstasi. Jumlah yang cukup menunjukkan bahwa markas-markas barang terlarang itu mulai ditumbangkan.
Setelah Kampung Bahari, lalu giliran Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Daerah yang sejak lama dicap sebagai zona merah narkoba ini kembali digeruduk. Petugas menyita sabu, ganja, buku rekening, hingga catatan transaksi indikasi bahwa jaringan di kawasan ini beroperasi secara terstruktur dan profesional.
Tak hanya itu, teranyar di luar Jakarta, BNN juga membongkar peredaran narkoba lintas provinsi jaringan Sumatera Barat-Banten. Delapan kilogram sabu diamankan setelah tim intelijen mengendus pengiriman via jalur darat. Informasi masyarakat menjadi pemicu utama operasi yang kemudian disergap secara presisi pada 15 November.
Gelombang penindakan BNNI ini seolah memicu efek domino. Polri pun bergerak agresif dengan berbagai macam penindakan. Seperti Ditresnarkoba Polda Sulteng berhasil menggagalkan penyelundupan 60 kilogram sabu asal Tawau, Malaysia, yang diselundupkan melalui perairan Donggala. Barang haram itu rencananya akan diedarkan ke seluruh Sulawesi Tengah.
Sementara itu, di Aceh, genderang perang ini menggema hingga ke pegunungan. Tim gabungan Bareskrim, Polres Gayo Lues, dan BNNK Gayo Lues mengungkap 26 ladang ganja dengan total 51,75 hektare. Para pengelola ladang menggunakan modus unik, yakni ganja kering dikemas dalam karung, disembunyikan di semak dekat aliran sungai, lalu dihanyutkan saat pengiriman.
Indonesia memasuki fase paling agresif dalam pemberantasan narkoba. Genderang perang yang ditabuh BNN kini bergema di seluruh lini. Rangkaian operasi besar yang terjadi ini juga menujukkan irama BNN dan Polri dalam perang terhadap narkoba semakin menggelora.








