Koma.id– Lingkar Linguistik Nusantara (Lilin Nusantara) memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan institusi Polri atas langkah cepat dalam menangani banjir serta longsor di sejumlah wilayah Sumatera.
Pujian tersebut disampaikan dalam acara peluncuran Lilin Nusantara dan diskusi publik bertajuk “Membaca Respons Kapolri dalam Mengusut Banjir Sumatera” di Semanggi, Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Direktur Lilin Nusantara, Mas Uliatul Hikmah, menyatakan bahwa instruksi Kapolri untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab banjir termasuk temuan gelondongan kayu dalam jumlah besar menunjukkan perubahan penting dalam cara negara membaca bencana ekologis.
Ledakan Pasar Cimanggis Diduga Berasal dari Tabung LPG, Delapan Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Menurutnya, langkah tersebut menegaskan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya menyebut cuaca ekstrem sebagai faktor utama, tetapi juga memperhatikan unsur penegakan hukum pada praktik merusak lingkungan.
Uliatul menilai terdapat dua pesan penting dalam instruksi Kapolri. Pertama, negara hadir mendampingi warga terdampak. Kedua, negara menunjukkan keseriusan menelusuri jejak kejahatan yang memperparah kerentanan ekologis.
“Dalam perspektif wacana, hal ini menandai pergeseran penting dari pemahaman bencana alam menjadi peristiwa dengan pelaku, motif, serta konsekuensi hukum,” kata Uliatul
Lilin Nusantara juga melihat tindak cepat Polri dalam evakuasi, menjaga ketertiban, dan menyelidiki aktivitas ilegal di kawasan hutan sebagai bukti reformasi Polri berjalan melalui kerja konkret. Namun demikian, Uliatul mengingatkan pentingnya kewaspadaan kritis terhadap bahasa narasi resmi.
Ia menegaskan apresiasi publik harus tetap sejalan dengan tuntutan pembenahan struktural berupa perbaikan tata kelola hutan, penindakan terhadap pelaku utama kejahatan lingkungan, penguatan pengawasan, hingga pelibatan komunitas lokal dalam perumusan kebijakan pascabencana.
Menurutnya, ruang diskusi publik seperti yang digelar Lilin Nusantara menjadi wadah untuk menguji sekaligus mengkritisi narasi negara agar reformasi Polri dapat dinilai dari konsistensi antara kata dan tindakan.
Lilin Nusantara juga mendorong kolaborasi lintas disiplin antara penegak hukum, pakar lingkungan, akademisi, dan masyarakat sipil agar penanganan bencana tidak berhenti pada respons darurat semata, melainkan menjadi momentum memperbaiki tata kelola ruang hidup.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Barisan Rakyat 1 Juni, Martin Siahaan, turut mengapresiasi langkah Polri. Ia menilai minimnya aksi penjarahan serta langkah cepat kepolisian dalam mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, dan melakukan penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga merusak hutan menjadi bukti keseriusan Polri dalam menjaga keamanan selama masa bencana.








