Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

KMI: Polri Terbuka pada Kritik Jadi Fondasi Baru Kepercayaan Publik

×

KMI: Polri Terbuka pada Kritik Jadi Fondasi Baru Kepercayaan Publik

Sebarkan artikel ini
Kaukus Muda Indonesia Apresiasi Polri atas Keberhasilan Program SPPG sebagai Percontohan Nasional MBG
Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia, Edi Homaidi. (Foto/Istimewa)

Koma.id, JAKARTA – Langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang semakin membuka diri terhadap kritik dan masukan publik menuai respons positif dari berbagai kalangan. Transformasi institusi yang kini lebih adaptif dan responsif dinilai sebagai kemajuan penting dalam memperkuat relasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat.

Apresiasi yang baru-baru ini disampaikan oleh Dewan Pers mengenai kerelaan Polri untuk dikritik dipandang sebagai bukti nyata bahwa reformasi mental di tubuh Korps Bhayangkara berjalan di jalur yang tepat. Sikap tersebut menempatkan Polri sebagai salah satu institusi negara yang progresif dalam merespons dinamika demokrasi.

Silakan gulirkan ke bawah

Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi, menegaskan bahwa dukungan publik terhadap Polri akan semakin kuat seiring meningkatnya transparansi institusi. Menurutnya, keberanian Polri untuk “bercermin” melalui kritik masyarakat merupakan kekuatan utama menuju profesionalisme yang berkelanjutan.

“Kami memberikan dukungan penuh atas sikap keterbukaan ini. Apa yang dicapai Polri saat ini adalah sebuah kemenangan bagi pelayanan publik. Ketika sebuah institusi besar bersedia mendengar, saat itulah kepercayaan masyarakat akan tumbuh secara alami,” ujar Edi Homaidi di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Edi menilai kepemimpinan Polri saat ini berhasil membangun budaya organisasi yang lebih humanis. Hal ini tercermin dari upaya Polri merangkul berbagai elemen, termasuk media dan organisasi kepemudaan, untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas persoalan kebangsaan.

Dukungan KMI tersebut, lanjut Edi, juga didasari oleh fakta bahwa Polri semakin cepat merespons keluhan warga di lapangan. Transformasi digital serta keterbukaan komunikasi melalui berbagai kanal publik telah memangkas jarak antara polisi dan rakyat, sehingga rasa aman dapat dirasakan lebih nyata.

“Keterbukaan terhadap kritik adalah bentuk kedewasaan institusi. Kami di KMI melihat Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung yang bersedia terus belajar dan berbenah demi kepentingan rakyat banyak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi berharap tren positif ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. Konsistensi dalam menerima masukan konstruktif diyakini akan menjadikan Polri sebagai institusi yang tangguh dalam menghadapi tantangan global serta kompleksitas sosial ke depan.

Bagi KMI, kolaborasi yang harmonis antara Polri yang terbuka dan masyarakat yang kritis serta objektif akan menciptakan stabilitas nasional yang kokoh. “Sikap Polri yang rela dikritik ini adalah keteladanan bagi institusi lain. Kami berdiri bersama Polri untuk terus menjaga semangat transformasi ini,” pungkas Edi Homaidi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.