Koma.id– Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abu H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, mengingatkan seluruh pihak agar menjaga adab, ketertiban, kebersihan, dan kehormatan Masjid Raya Baiturrahman sebagai tempat ibadah sekaligus simbol penting bagi masyarakat Aceh.
Pernyataan itu disampaikan menyusul kericuhan dalam kegiatan zikir dan doa tolak bala di halaman masjid pada Sabtu (15/8/2026). Abu Paya Pasi menegaskan bahwa semangat berzikir dan berdoa harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kedamaian serta menaati aturan yang telah disepakati.
“Semangat zikir dan doa seharusnya berjalan seiring dengan sikap menjaga kedamaian, kebersihan serta ketertiban. Besarnya jumlah jamaah maupun tingginya antusiasme masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan aturan yang telah disepakati bersama,” kata Abu Paya Pasi.
Wakil Imam Besar, Abi Ishak Lamkawe, juga menyayangkan tindakan massa yang mengganggu ketertiban dan kebersihan, termasuk kerusakan sejumlah fasilitas serta insiden penurunan bendera Merah Putih dari tiang utama masjid. Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Aprilizar, meminta panitia bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas dan segera berkoordinasi dengan pihak masjid untuk menyelesaikannya sesuai kesepakatan penggunaan kawasan.
Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan meliputi tiang dan sejumlah bendera, sementara petugas khadam masjid harus bekerja ekstra membersihkan sampah di halaman dan saluran air. Pengelola berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi agar setiap kegiatan di lingkungan








