Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahNasionalRagam

Kebakaran Hutan Tutup Akses Wisata Gunung Bromo, 520 Hektare Lahan Terbakar

×

Kebakaran Hutan Tutup Akses Wisata Gunung Bromo, 520 Hektare Lahan Terbakar

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Wisata Gunung Bromo

Koma.id | Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus meluas hingga mencapai sekitar 520 hektare. Kondisi ini membuat pihak Balai Besar TNBTS menutup total seluruh akses wisata Gunung Bromo demi keselamatan pengunjung.

Penutupan diberlakukan sejak Sabtu 08 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB melalui empat jalur masuk utama: Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, dan Malang. Kepala BB-TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan keputusan ini diambil untuk mengutamakan keselamatan wisatawan dan mencegah api meluas ke kawasan wisata.

Silakan gulirkan ke bawah

Wisatawan yang telah membeli tiket masuk diberikan opsi untuk melakukan reschedule atau mengajukan refund hingga akses kembali dibuka.

Meski akses ke Bromo ditutup, sejumlah destinasi wisata di sekitar Kabupaten Probolinggo disebut masih aman untuk dikunjungi:

  • Jembatan Kaca Bromo – ikon wisata baru sepanjang 130 meter dengan lantai kaca, menawarkan panorama Gunung Bromo, Batok, dan Semeru.
  • Puncak Seruni Point – spot populer untuk menikmati matahari terbit dari ketinggian Desa Ngadisari, Sukapura.
  • Terminal Wisata Seruni Point – pusat kuliner, oleh-oleh, dan fasilitas wisata yang masih beroperasi normal.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menegaskan pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif terhadap arah pergerakan api. “Apabila kondisi karhutla mengarah ke obyek wisata, pembatasan kunjungan akan menjadi opsi terakhir,” ujarnya.

Fakta Utama

  • Luas terbakar: 520 hektare hutan dan savana.
  • Akses wisata: ditutup total dari 4 pintu masuk.
  • Wisata sekitar: Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point, Terminal Wisata Seruni Point masih aman.
  • Risiko: api dan asap pekat berpotensi mengganggu pernapasan.

Pemerintah daerah mengimbau wisatawan untuk terus memantau informasi resmi dari BB-TNBTS dan Disporapar sebelum berangkat. Penutupan ini akan berlangsung hingga kondisi kebakaran dinyatakan aman.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.