Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

Kapal MV King Sun Berganti Nama Berkali-kali, Ternyata Bawa 1,3 Ton Narkotika

×

Kapal MV King Sun Berganti Nama Berkali-kali, Ternyata Bawa 1,3 Ton Narkotika

Sebarkan artikel ini
Img 20260808 Wa0004 E1786185237898

Koma.id TNI Angkatan Laut (TNI AL) mendalami dugaan kesengajaan di balik pergantian nama kapal MV King Sun yang diamankan di wilayah perairan Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (6/8/2026). Pergantian identitas kapal yang telah terjadi beberapa kali tersebut diduga menjadi salah satu modus untuk menghindari deteksi aparat.

Kepala Staf Komando Armada Republik Indonesia (Kaskoarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan, keberadaan kapal berbendera Tanzania itu pertama kali terdeteksi melalui pemantauan radar dan aplikasi dari Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal). Kapal tersebut dinilai memiliki pergerakan tidak wajar karena berputar-putar di sekitar wilayah perairan Indonesia.

Silakan gulirkan ke bawah

Informasi tersebut kemudian diperkuat oleh data intelijen internasional. Tim gabungan menerima informasi dari otoritas Thailand melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Mei 2026, serta data intelijen Taiwan Coast Guard melalui Bareskrim Polri pada awal Agustus 2026.

“Kami sebut kapal ini anomali karena berputar-putar di sekitar wilayah perairan Indonesia.” jelasnya dalam rilis penangkapan MV King Sun di Pangkalan Kodaeral IV Tanjung Sengkuang, Batam, dikutip.

Setelah kapal diamankan, TNI AL masih melakukan pemeriksaan terhadap status kapal, identitas, dokumen, hingga muatan yang dibawa. Sebanyak delapan anak buah kapal (ABK) turut diamankan, terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan sekitar 1,3 ton muatan yang diduga narkotika. Namun, jumlah tersebut belum dipastikan sebagai keseluruhan muatan karena proses pembongkaran dan pemeriksaan kapal masih berlangsung.

Pergantian nama MV King Sun juga menjadi salah satu fokus penyelidikan. Denih membenarkan kapal tersebut telah beberapa kali berganti nama, tetapi alasan di balik perubahan identitas itu masih didalami aparat penegak hukum.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.