Koma.id | Jakarta – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih menegaskan komitmen kuat agar sektor ekonomi kerakyatan dan pedagang kaki lima (PKL) tidak hanya menjadi penonton, melainkan bertransformasi menjadi pemain kunci dalam arus besar pembangunan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, saat menghadiri undangan forum strategis Investor Daily Summit 2026 yang dihelat di Jakarta Selatan.
“Kehadiran APKLI Merah Putih di forum investasi nasional membuktikan bahwa ekonomi rakyat bukan lagi penonton, melainkan pemain kunci pembangunan bangsa. Berada di garda terdepan, keberadaan pedagang kaki lima makin diperhitungkan seiring dengan ekonomi rakyat yang terus naik kelas. APKLI Merah Putih konsisten berjuang untuk kemandirian pedagang kaki lima,” ujar Ali Mahsun. Rabu (07/10).
Hadir mendampingi jajaran pimpinan pusat dalam perhelatan akbar tersebut, jajaran pengurus DPP APKLI di antaranya Aan Dwi Puantoro dan Hotma A. Situmorang. Kehadiran para pimpinan ini sekaligus memperkuat misi strategis organisasi dalam mengawal agar kebijakan makro pemerintah, khususnya hilirisasi komoditas dan transformasi energi yang bermuara pada pemerataan kesejahteraan hingga ke sektor usaha mikro dan kecil di daerah.
Forum Investor Daily Summit 2026 sendiri sebelumnya menyoroti langkah percepatan hilirisasi yang dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Pemerintah memaparkan blueprint hilirisasi yang mencakup 28 komoditas unggulan guna mengubah struktur ekonomi nasional dari yang bertumpu pada konsumsi menjadi lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing global.
Polisi yang Bangun 4 Rumah untuk Fakir Miskin Tutup Usia, Jejak Kebaikan Aipda Jonni Dikenang
Bagi APKLI Merah Putih, momentum transformasi ekonomi nasional ini harus diiringi dengan keberpihakan nyata dan perlindungan ruang usaha bagi jutaan pedagang kaki lima di seluruh penjuru tanah air, agar pertumbuhan ekonomi yang berkualitas benar-benar dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.









