Koma.id– Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai kegaduhan yang muncul akibat pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea Pandji Pragiwaksono berkembang secara liar hingga memunculkan berbagai tudingan ekstrem, termasuk narasi yang menyebut Pandji sebagai “antek asing”.
Menurut Hendri Satrio, kegaduhan tersebut berawal dari ekspresi kekesalan Pandji yang dituangkan ke dalam materi komedi. Baginya kegelisahan yang disampaikan Pandji dalam Mens Rea bersifat personal dan kontekstual, sebagaimana lazimnya materi stand up comedy.
Aksi AMPB Berakhir! Surat Komitmen DPR soal RUU Perampasan Aset Dibacakan, Massa Pilih Pulang
Namun, ia mengakui sebagian materi tersebut banyak dikaitkan dengan sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sehingga memicu reaksi keras dari sebagian kalangan masyarakat.
Di sisi lain, Imam DPP FPI, Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani, menyebut materi Pandji yang membahas salat safar di dalam pesawat dinilai tidak sesuai dengan sunah. Bahkan pembahasan tersebut dianggap menyinggung ajaran agama. Untuk itu pihaknya akan melaporkan Pandji ke Polisi.














