Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Fernando Emas: Jangan Mudah Terprovokasi Video Viral, Sambut HUT ke-81 RI dengan Semangat Persatuan

×

Fernando Emas: Jangan Mudah Terprovokasi Video Viral, Sambut HUT ke-81 RI dengan Semangat Persatuan

Sebarkan artikel ini
Fernando Emas KOMAID
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, saat podcast koma.id, Senin, (13/10). (Foto/doc. Koma.id)

Koma.id, Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial, termasuk video viral yang memperlihatkan deretan bendera Merah Putih diduga dipasang setengah tiang di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Fernando, masyarakat perlu mengedepankan sikap tenang, bijak, dan selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi. Ia menilai, di era digital, potongan video tanpa penjelasan yang utuh kerap memunculkan kesalahpahaman dan berpotensi memecah belah masyarakat.

Silakan gulirkan ke bawah

“Jangan mudah terpancing oleh narasi yang sengaja dibangun untuk membangkitkan emosi. Biasakan mencari informasi dari sumber yang jelas dan melakukan cek fakta sebelum menyimpulkan sesuatu. Persatuan bangsa jauh lebih penting daripada memperdebatkan informasi yang belum tentu benar,” ujar Fernando, Kamis (30/7).

Fernando mengingatkan bahwa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, masyarakat seharusnya lebih fokus membangun optimisme, memperkuat persaudaraan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Ia menegaskan bahwa bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, melainkan lambang perjuangan yang lahir dari pengorbanan para pahlawan bangsa.

“Kita menikmati kemerdekaan hari ini bukan karena sesuatu yang mudah. Para pahlawan berjuang dengan mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawa agar Merah Putih dapat berkibar di bumi Indonesia. Karena itu, sudah sepatutnya kita menghormati simbol negara ini dan tidak membiarkannya dijadikan alat untuk memprovokasi masyarakat melalui informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Fernando menambahkan, semangat para pejuang kemerdekaan adalah semangat persatuan. Perbedaan latar belakang, suku, agama, maupun pandangan politik tidak menghalangi mereka untuk bersatu merebut kemerdekaan Indonesia.

“Kalau para pahlawan mampu mengesampingkan perbedaan demi Indonesia merdeka, maka kita sebagai generasi penerus juga harus mampu menahan diri dari provokasi, fitnah, dan hoaks yang dapat memecah persatuan. Jangan biarkan perjuangan mereka ternodai hanya karena kita mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Terkait video yang viral, Fernando mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menarik kesimpulan tanpa mengetahui konteks kejadian secara utuh. Berdasarkan penjelasan panitia setempat, posisi bendera yang terlihat berada di tengah tiang merupakan bagian dari proses pemasangan yang belum selesai, bukan pengibaran setengah tiang.

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Mari kita jadikan HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan mengibarkan Merah Putih dengan penuh rasa bangga. Jangan sampai hoaks dan provokasi mengalahkan semangat nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia,” pungkas Fernando.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.