Koma.id | Jakarta – Fenomena langit berwarna kuning hingga oranye akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi sorotan sejumlah media internasional. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, terutama di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang terdampak asap pekat dalam beberapa pekan terakhir.
Media internasional seperti Sky News, The Japan Times, dan Euronews menyoroti perubahan warna langit yang tidak biasa tersebut serta dampaknya terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas transportasi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam laporannya, Sky News menyebut kabut asap berwarna oranye menyelimuti sejumlah kota di Indonesia dan menyebabkan tingkat pencemaran udara berada jauh di atas batas aman. Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Palangka Raya dan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Warga setempat menggambarkan langit berubah menjadi kuning pekat hingga oranye sepanjang hari. Kabut asap tebal juga mengurangi aktivitas masyarakat karena kualitas udara yang memburuk.
Sorotan serupa datang dari Euronews yang melaporkan jarak pandang di Palangka Raya menyusut hingga hanya beberapa puluh meter. Rekaman udara memperlihatkan sejumlah bangunan dan landmark kota nyaris tidak terlihat akibat tertutup asap tebal.
GEMA Hanura: Reformasi Pemilu Jangan Abaikan Jutaan Suara Rakyat yang Kehilangan Representasi
Media Eropa tersebut juga menyoroti dampak lintas batas dari karhutla Indonesia. Asap dilaporkan telah menyebar ke Singapura dan Malaysia sehingga memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah negara tetangga.
Sementara itu, The Japan Times mengaitkan kabut asap dari Indonesia dengan gangguan aktivitas pendidikan di Timor-Leste. Sejumlah sekolah dilaporkan ditutup sementara akibat pencemaran udara yang memburuk.
Laporan Reuters menyebut kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi selama musim kemarau menjadi penyebab utama kabut asap yang kini menyelimuti sebagian kawasan Asia Tenggara. Kondisi cuaca kering yang diperparah fenomena El Nino membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dipadamkan.
Selain mengubah warna langit, karhutla juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus gangguan pernapasan yang berkaitan dengan asap karhutla terus meningkat di sejumlah provinsi terdampak.
Kabut asap juga mengganggu sektor transportasi. Ribuan penerbangan dilaporkan terdampak akibat menurunnya jarak pandang di sejumlah bandara, sementara aktivitas pendidikan di beberapa wilayah terpaksa dihentikan sementara.
Fenomena langit oranye terjadi akibat partikel-partikel asap hasil pembakaran yang menyebar di atmosfer. Partikel tersebut menghamburkan cahaya matahari sehingga langit tampak berwarna kuning hingga oranye, terutama ketika konsentrasi asap berada pada tingkat tinggi.
Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan upaya penanganan karhutla melalui operasi pemadaman darat, pengeboman air (water bombing), serta modifikasi cuaca. Namun, kondisi diperkirakan baru dapat membaik secara signifikan apabila hujan turun secara merata di wilayah terdampak.









