Koma.id– Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyedot perhatian publik. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), hingga September 2025 tercatat 6.452 kasus keracunan anak setelah mengonsumsi makanan dari program unggulan pemerintah tersebut.
Situasi paling serius terjadi di Kabupaten Bandung Barat, di mana pemerintah daerah setempat telah menetapkan kasus keracunan MBG sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Gelombang kritik pun mengalir deras dari parlemen. Ketua DPR RI Puan Maharani menilai pelaksanaan MBG harus segera dievaluasi menyeluruh agar manfaat program ini benar-benar bisa dirasakan oleh anak-anak Indonesia tanpa mengorbankan keselamatan mereka.
Nada serupa disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) yang menyatakan keprihatinannya atas insiden keracunan berulang. Ia menegaskan, pemerintah tak boleh menutup mata dan harus segera memperbaiki mekanisme pengawasan distribusi makanan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendesak pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan penjelasan terbuka di hadapan wakil rakyat terkait maraknya kasus keracunan. Menurutnya, transparansi dan tanggung jawab penuh adalah kunci agar kepercayaan publik terhadap program MBG tidak kian runtuh.








