Koma.id – Lembaga kemanusian, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dituding netizen menilep dana donasi. Hal itu ramai diperbincangkan di medsos. Bahkan tagar #JanganPercayaACT menjadi trending topic di Twitter pada Minggu, 3 Juli 2022.
Pantauan Koma.id #JanganPercayaACT
menjadi trending di Twitter usai adanya salah satu warganet mengungah pemberitaan Tempo yang membahas ada penyelewengan dana donasi di tubuh ACT.
“Gila uang donasi di sikat #JanganPercayaACT,” tulis akun Twitter @18juli2003.
“Dimanapun yang namanya bangkai di sembunyikan pasti bakal tercium juga baunya. Giliran disenggol teriak islam phobia,” tulis akun @gadisresidu_b3.
Tambahan informasi, majalah Tempo memperoleh temuan pengeluaran gaji besar petinggi dan fasilitas mewah dari kas ACT. Ahyudin, pendiri dan mantan Presiden ACT, ditengarai menerima gaji sebesar Rp. 250 juta per bulan.
Kemudian pejabat senior vice president menerima Rp200 juta, vice president dibayar Rp80 juta, dan direktur eksekutif mendapat Rp50 juta. Gaji para pejabat ACT ibarat bumi dengan langit jika disandingkan dengan lembaga amal sejenis.
Para petinggi yayasan ini juga menerima fasilitas kendaraan dinas menengah ke atas seperti Toyota Alphard, Honda CR-V, dan Mitsubishi Pajero Sport. Bukan hanya itu, Ahyudin juga secara leluasa memakai dana organisasi untuk membayar uang muka rumah dan pembelian furnitur buat istrinya.
Adapapun ACT telah berdiri sejak tanggal 21 April 2005 dan resmi secara hukum sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.
ACT mengembangkan aktivitasnya, mulai dari kegiatan tanggap darurat, kemudian mengembangkan kegiatannya ke program pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual seperti Qurban, Zakat dan Wakaf.













