Koma.id | Surabaya – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memperkuat sinergi dengan tokoh agama untuk menjaga keamanan dan perdamaian masyarakat (kamtibmas) serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi para santri.
Langkah ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi Kapolda Jatim bersama Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya.
Brigjen Pol Sumy Hastry Terpilih Jadi Member Board AFSN dan Forensic Ambassador 2026–2028
Irjen Pol Dekananto menyatakan bahwa peran tokoh agama sangat krusial dalam merawat kerukunan warga. Guna mempererat komunikasi masyarakat, Polda Jatim terus mengedepankan pendekatan humanis melalui program Polisi Subuh Keliling, Jumat Keliling, serta pengerahan Dai Kamtibmas.
Dasco Tegaskan DPR Tak Intervensi Kasus Penyadapan, Tapi Komisi III Wajib Kawal Proses Hukumnya
“Melalui kegiatan tersebut, personel kami dapat berinteraksi langsung sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Dekananto dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, Polda Jatim menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Satgas Pondok Pesantren Ramah Santri. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan program Polisi Jogo Sekolah yang fokus pada pencegahan dan penanganan tindak kekerasan di lingkungan pendidikan agama.
Dekananto menekankan pentingnya langkah pencegahan, deteksi dini, serta penanganan hukum yang profesional dan terfokus pada kepentingan terbaik anak (santri).
Untuk merealisasikannya, Polda Jatim membuka ruang koordinasi melalui fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas), Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), hingga kolaborasi bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di lingkungan PWNU. Selain itu, kepolisian juga membuka peluang sosialisasi penerimaan anggota Polri bagi para santri.
Sementara itu, Ketua Harian PWNU Jatim KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) mengapresiasi kunjungan jajaran Polda Jatim dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga agar umum.
Gus Firjaun turut menyampaikan agenda peringatan Hari Lahir (Harlah) NU yang diselenggarakan berlangsung pada 30-31 Januari 2027 di Kabupaten Banyuwangi, di mana pihak kepolisian menyatakan kesiapannya untuk mengawal aspek pengamanan acara tersebut.
Ia menambahkan bahwa sinergi ini berlandaskan pada komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila.
“PWNU dan Polri memiliki komitmen yang sama untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi keutuhan bangsa,” pungkas Gus Firjaun.









