Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Film Ageman Karya Sineas Lampung Tuai Apresiasi Pemkot Jakarta Barat, Dinilai Kuat Tangkal Radikalisme

×

Film Ageman Karya Sineas Lampung Tuai Apresiasi Pemkot Jakarta Barat, Dinilai Kuat Tangkal Radikalisme

Sebarkan artikel ini
Nobar Film Ageman Di Yayasan Pangudi Luhur Jakarta

Koma.id, Jakarta – Karya edukatif bertema kebangsaan dari sineas muda Lampung kembali mengukir prestasi di kancah nasional. Film bertajuk Ageman sukses memikat perhatian dan mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat usai menggelar Nonton Bareng (Nobar) dan diskusi publik di Auditorium Yayasan Pangudi Luhur, Jakarta Barat, Minggu (1/11/2026).

Acara yang dihadiri ratusan peserta tersebut menyedot perhatian lintas elemen, mulai dari jajaran birokrasi, aparat keamanan, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan.

Silakan gulirkan ke bawah

Hadir mewakili Pemkot Jakarta Barat, Asisten Pemerintahan (Aspem) Holi Susanto, jajaran Kesbangpol, perwakilan Kodim, Polres, FKUB Jakarta Barat, PW Muhammadiyah DKI Jakarta, PCNU, GP Ansor, Banser, hingga ormas seperti FBR, Jembatan Kemajuan Bangsa (JKB), dan USDEK Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM).

Usai menyaksikan penayangan film, Aspem Pemkot Jakarta Barat, Holi Susanto, secara terbuka memuji keberanian film Ageman dalam memotret realitas sosial terkait intoleransi dan perundungan (bullying) yang menjadi akar paparan radikalisme.

“Jujur sebelumnya saya sangat penasaran. Setelah menonton, saya puas sekali. Filmnya keren banget dan berani mengangkat isu intoleransi serta bullying yang kerap menjadi pemicu radikalisme dan terorisme,” ujar Holi Susanto di lokasi acara.

Holi mengagumi kepiawaian sineas Lampung yang berhasil mengemas pesan toleransi dengan mengangkat kearifan lokal Lampung, seperti pengenalan lima falsafah hidup masyarakat Lampung (Piil Pesenggiri) hingga tradisi kuliner Seruit sebagai simbol kebersamaan.

Melihat dampak edukatifnya yang begitu kuat, Holi secara khusus mengusulkan agar film Ageman dijadikan agenda nobar resmi di wilayah DKI Jakarta yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala sekolah, guru, hingga pelajar.

Sementara itu, Produser Film Ageman sekaligus Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung, Ken Setiawan, menjelaskan bahwa secara filosofis Ageman bermakna pakaian, label, atau pedoman hidup.

“Agama dan nilai kebangsaan semestinya menjadi pedoman kehidupan yang membawa kedamaian. Keduanya tidak boleh dijadikan kedok untuk memecah belah masyarakat,” tegas pendiri NII Crisis Center tersebut.

Sesi penayangan film diakhiri dengan diskusi interaktif bersama Brigjen Pol. Ahmad Nurwahid. Ia menegaskan bahwa film Ageman diangkat dari kisah nyata yang sangat krusial menjadi benteng edukasi bagi generasi muda dalam menguatkan wawasan kebangsaan dan menangkal bahaya laten radikalisme.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.