Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEntertainmentNasional

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Reza Rahadian Apresiasi Aksi Mahasiswa dan Ingatkan Jangan Terprovokasi

×

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Reza Rahadian Apresiasi Aksi Mahasiswa dan Ingatkan Jangan Terprovokasi

Sebarkan artikel ini
Reza Rahadian

Koma.id | Jakarta – Aktor Reza Rahadian memberikan apresiasi dan dukungan moral kepada kelompok pelajar serta masyarakat sipil yang menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/10).

Reza berpesan agar para peserta aksi senantiasa menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab selama menyampaikan aspirasi di jalanan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Hati-hati. Jaga situasi untuk bisa tetap kondusif, karena menjaga esensi dari apa yang menjadi bentuk protes dan aksi itu terletak dari bagaimana teman-teman membawa diri masing-masing,” ujar Reza saat ditemui di kawasan Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Ia mengingatkan pentingnya menjaga aksi kesakralan dan kedamaian agar pesan yang disampaikan tidak terdistorsi dengan memaksakan.

“Jangan sampai terprovokasi terutama oleh orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab. Menjaga situasi agar bisa tetap berjalan dengan damai, kondusif, dan sakral,” lanjutnya.

Pemeran tokoh Biru Laut dalam film Laut Bercerita ini menyadari bahwa perjuangan mewakili kritik sosial yang membutuhkan energi besar dan kerap menguras fisik serta emosi. Namun, keberanian anak muda turun ke jalan dinilainya sebagai modal penting bagi masa depan demokrasi.

“Saya tahu pasti lelah, tapi kehadiran teman-teman muda yang terus memperjuangkan dan menyuarakan sesuatu itu adalah harapan tersendiri. Kita punya harapan untuk mencapai titik yang di kemudian hari tentu menjadi lebih baik,” ungkap Reza.

Ketika ditanya mengenai keinginannya untuk membeku langsung di lokasi pembekuan, Reza mengaku sangat berhasrat karena berada di tengah-tengah aksi massa. Kendati demikian, komitmen pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan membuatnya harus menyampaikan dukungan dari jauh.

Tapi tentu ada tanggung jawab orang lain yang tidak bisa ditinggalkan. Doa dari hati yang paling dalam bersama kawan-kawan semua di sana,” tutur Reza, yang pada Agustus 2024 lalu sempat ikut berorasi di depan Gedung DPR RI dalam aksi menolak revisi UU Pilkada.

Aksi unjuk rasa yang diadakan oleh sekelompok mahasiswa—termasuk Universitas Indonesia (UI)—bersama koalisi sipil dipusat masyarakat di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Dalam aksi evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran tersebut, massa membawa lima poin tuntutan utama, yakni:

  1. Penetapan Bencana Nasional: Mendesak pemerintah segera menetapkan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional.
  2. Kebijakan Ekonomi: Menuntut perbaikan tata kelola ekonomi guna mengembalikan kepercayaan pasar.
  3. Kebebasan Berpendapat: Mengkritik dan menuntut penegakan kebebasan menjelaskan.
  4. Pemberantasan KKN: Menyoroti maraknya kembali praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  5. Layanan Publik Terjangkau: Desakan penurunan biaya pendidikan, kesehatan, serta peningkatan akses pelayanan publik secara merata.

Aksi yang berlangsung hingga sore hari tersebut berjalan di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian setempat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.