Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Menko Airlangga Pastikan Politik dan Ekonomi Relatif Stabil di Era Prabowo-Gibran

×

Menko Airlangga Pastikan Politik dan Ekonomi Relatif Stabil di Era Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
Menko Airlangga Pastikan Politik dan Ekonomi Relatif Stabil di Era Prabowo-Gibran
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan situasi politik, ekonomi, dan sosial Indonesia relatif stabil selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026), menjelang genap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2026.

Silakan gulirkan ke bawah

“Alhamdulillah, relatif kan situasi stabil. Politik dan ekonomi, serta sosial,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, berbagai capaian pemerintahan selama dua tahun terakhir telah disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya di hadapan DPR pada Agustus 2026.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, Airlangga menyebut pemerintah akan berfokus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus memastikan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Hal yang baru tentu pertumbuhan yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih merata,” ujarnya.

Meski pemerintah menilai situasi nasional relatif stabil, pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertimbangkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Sentimen tersebut turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (19/10/2026). IHSG sempat merosot ke level 4.907,37 sebelum ditutup melemah 3,64 persen atau 188,49 poin ke posisi 4.996,60.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 4.907,37 hingga 5.012,86. Tekanan jual terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Menanggapi persoalan tersebut, Airlangga menyatakan keputusan terkait status pasar saham Indonesia masih perlu dicermati karena prosesnya dijadwalkan berlangsung pada Juni 2027.

“Kan masih bulan Juni tahun depan. Biasa dia ngancam-ngancam dikit kan,” ungkapnya.

Di tengah dinamika pasar keuangan tersebut, pemerintah menyatakan akan terus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan.

Tantangan memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran adalah memastikan sasaran pertumbuhan ekonomi dapat tercapai, sementara manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.