Koma.id | Sorong Selatan – Speedboat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak yang sempat dilaporkan hilang kontak di perairan Kampung Siri Siri, Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Senin (12/10), dipastikan dalam kondisi selamat. Seluruh 10 penumpang yang berada di kapal tersebut berhasil ditemukan dan kini tengah melanjutkan perjalanan menuju Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak.
Sebelumnya, speedboat bermesin 250 PK itu dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 05.45 WIT saat berlayar dari Sorong. Informasi awal yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Sorong menyebutkan kapal membawa 10 penumpang, termasuk sejumlah pejabat daerah dan anggota legislatif Kabupaten Fakfak.
Kepala Bagian Operasi KPP Sorong, Hidayat, mengatakan laporan hilang kontak langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim SAR menuju lokasi kejadian.
“Tim Rescue KPP Sorong bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan setelah menerima laporan hilang kontak,” ujar Hidayat, Senin.
Berdasarkan manifest penumpang, beberapa pejabat dan anggota legislatif yang berada di dalam speedboat antara lain anggota DPR Papua Barat Badarudin Heremba, Penjabat Sekretaris Daerah Fakfak Aroby Hindom, Asisten I Setda Fakfak Arif Rumagesan, anggota DPRK Fakfak Wa Ode Sahara, serta Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak Kris Ubra.
Rapor Dua Tahun Prabowo-Gibran Jadi Sorotan, Habib Syakur Minta Publik Berpijak pada Data
Selain itu, terdapat lima penumpang lainnya yakni Kokter, Fiky Gredenggo yang merupakan staf bagian umum, Harun Serbunit selaku pengemudi speedboat, Anawiah Iha, serta M. Ali Heremba.
Namun, di tengah proses pencarian, Pos SAR Fakfak menerima informasi terbaru bahwa seluruh penumpang telah berada di Distrik Inanwatan dalam keadaan selamat.
Kepala Pos SAR Fakfak, Abdi Takamokan, mengatakan keterlambatan perjalanan terjadi setelah speedboat mengalami kendala dalam pelayaran akibat kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang.
“Seluruh penumpang dalam keadaan selamat. Mereka saat ini sedang berkoordinasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Distrik Kokas,” kata Abdi.
Menurut dia, jarak pandang di lokasi kejadian dilaporkan hanya sekitar 100 meter sehingga menyulitkan navigasi kapal. Kondisi tersebut diduga menjadi faktor utama terganggunya perjalanan speedboat hingga sempat dinyatakan hilang kontak.
Meski demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan. Pihak SAR belum dapat memastikan informasi yang beredar mengenai dugaan speedboat menabrak batu karang.
“Saya belum bisa memastikan informasi itu. Memang terdapat gelombang dan kemungkinan terjadi kebocoran, namun hal tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut,” ujar Abdi.
Pos SAR Fakfak sebelumnya juga telah menyiapkan bantuan dengan mengerahkan kapal SAR dari Sorong menuju Inanwatan untuk membantu proses evakuasi dan mengantar para penumpang melanjutkan perjalanan ke Fakfak.
Selain membawa para penumpang, speedboat tersebut diketahui juga mengangkut satu jenazah yang akan dibawa menuju Kabupaten Fakfak.
Hingga Senin siang, seluruh penumpang dipastikan selamat dan proses perjalanan menuju Kokas masih terus berlangsung. Sementara penyebab pasti terganggunya pelayaran speedboat Pemkab Fakfak masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak terkait.









