Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Kapolri Suyudi Gaspol Perangi Narkoba, KMI: Ini yang Ditunggu Masyarakat

×

Kapolri Suyudi Gaspol Perangi Narkoba, KMI: Ini yang Ditunggu Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kapolri Suyudi Ario Seto 1790847557098 169

Koma.id, JAKARTA — Kaukus Muda Indonesia (KMI) mengapresiasi langkah cepat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam mengintensifkan pemberantasan peredaran narkoba di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk respons terhadap ancaman narkoba sekaligus upaya memperkuat kehadiran Polri dalam melindungi masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Umum KMI, Edi Homaidi, menyusul pelaksanaan operasi pemberantasan narkoba yang menyasar sejumlah kawasan di Jakarta dan berbagai daerah lainnya. Menurut Edi, tindakan nyata di lapangan menunjukkan pentingnya pelaksanaan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kami melihat keseriusan yang berbeda. Kapolri tidak hanya berbicara, tapi langsung bergerak. Ini yang ditunggu masyarakat,” ujar Edi Homaidi kepada wartawan, Minggu (12/10/2026).

Salah satu operasi dilakukan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10/2026). Operasi tersebut melibatkan sekitar 700 personel gabungan dari Brimob, Sabhara, Tim Perintis, Propam, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, hingga Satpol PP.

Dalam operasi itu, petugas mengamankan 24 orang, masing-masing 16 orang dari Kampung Ambon dan delapan orang dari Kampung Boncos. Penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya aparat untuk menekan peredaran narkoba dan menindaklanjuti arahan pemberantasan narkoba secara terpadu.

Operasi serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain. Di Jawa Tengah, kepolisian bersama BNN dan POM TNI menggelar operasi serentak dan mengamankan berbagai barang bukti, termasuk pil Yarindo, sabu, dan ganja. Di Nusa Tenggara Barat, aparat menggerebek sebuah rumah di Mataram dan menyita 51,58 gram sabu yang dilaporkan disembunyikan di bawah kandang ayam.

Sementara itu, Polrestabes Bandung mengerahkan sekitar 300 personel ke kawasan Andir. Dalam operasi tersebut, 21 orang dilaporkan dinyatakan positif menggunakan sabu.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Kristian Parluhutan Siagian, menegaskan bahwa operasi pemberantasan narkoba tidak hanya berorientasi pada penindakan di lapangan, tetapi juga diarahkan untuk memutus mata rantai peredaran hingga menjangkau aktor utama di balik jaringan tersebut.

“Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas. Kami tidak akan tidur. Masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba,” ujar Kristian di Kampung Ambon.

Bagi KMI, pemberantasan narkoba membutuhkan konsistensi dan strategi yang menyeluruh. Penggerebekan dan penangkapan perlu diikuti dengan pendalaman perkara untuk mengungkap jaringan pemasok, bandar, aliran dana, serta pihak-pihak lain yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika.

Edi Homaidi menegaskan bahwa pihaknya mendukung upaya pemberantasan narkoba, tetapi mengingatkan agar operasi tidak berhenti pada penindakan di tingkat lapangan. Ia menilai pengungkapan jaringan yang lebih luas menjadi bagian penting untuk memastikan upaya pemberantasan memberikan dampak berkelanjutan.

“Kami mendukung penuh Kapolri. Tapi kami juga mengingatkan, jangan berhenti di lapangan. Bandar, jaringan, dan beking di internal harus dibongkar. Masyarakat menunggu bukti, bukan hanya operasi sehari,” tegas Edi.

Menurut KMI, upaya memberantas narkoba juga memerlukan dukungan masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan, pelaporan aktivitas yang mencurigakan, serta penguatan edukasi mengenai bahaya narkotika. Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai penting agar ruang gerak jaringan peredaran narkoba semakin terbatas.

KMI berharap langkah pemberantasan narkoba yang dilakukan secara serentak dapat terus berlanjut dengan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel. Konsistensi operasi serta pengungkapan jaringan hingga ke aktor utama diharapkan menjadi bagian dari upaya melindungi generasi muda dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, KMI mendorong agar pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi agenda penegakan hukum, tetapi juga gerakan bersama untuk menjaga keselamatan warga dan masa depan bangsa.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.