Koma.id | Jakarta – Layanan kecerdasan buatan (AI) Claude milik Anthropic dilaporkan mengalami kasus pencurian token oleh peretas.
Sejumlah pelanggan berbayar Claude mengaku kuota penggunaan mereka habis tanpa aktivitas yang dilakukan. Salah satunya adalah konsultan AI independen asal East Sussex, Inggris, Grant De Swardt. Ia menemukan penggunaan token pada akun Claude Max 20x miliknya meningkat drastis pada 4 Agustus 2026, meski seluruh layanan yang terhubung telah dinonaktifkan.
Anthropic mengonfirmasi adanya masalah pada akun De Swardt. Perusahaan menangguhkan akun berbayarnya, membatalkan seluruh sesi Claude Code, serta mengembalikan dana £44,49 dari biaya langganan US$200 per bulan. Investigasi internal menemukan bahwa kunci sesi Claude telah dikompromikan dan digunakan untuk membuat token OAuth tidak sah.
Anthropic menyebut serangan ini melibatkan malware infostealer, yakni perangkat lunak berbahaya yang mencuri data sesi login, kata sandi, dan kredensial dari komputer pengguna. Dengan akses tersebut, peretas dapat masuk ke akun Claude korban dan menghabiskan kuota token tanpa sepengetahuan pemilik.
Dalam email peringatan kepada sejumlah pelanggan, Anthropic menegaskan malware tersebut tidak berasal dari layanan Claude, melainkan dari perangkat lunak atau iklan berbahaya yang diunduh pengguna. Ketika aktivitas mencurigakan terdeteksi, perusahaan akan mengeluarkan pengguna dari akun, membatalkan otorisasi, serta memberikan pengembalian dana sebagian.
Meski demikian, De Swardt mengaku tidak menerima peringatan resmi dari Anthropic dan tidak menemukan bukti komputernya terinfeksi malware. Pengalaman tersebut membuatnya berhenti berlangganan Claude dan beralih ke layanan AI lain seperti Cursor.
Kasus ini menyoroti lemahnya transparansi penggunaan token di Claude. De Swardt menilai pengguna tidak memiliki cara untuk memantau konsumsi token secara rinci, sehingga pencurian bisa berlangsung lama tanpa terdeteksi.









