Koma.id | Jakarta – Pemerintah menyiapkan program rekening bank otomatis bagi seluruh WNI berusia 17 tahun dengan saldo awal Rp50.000.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar setiap warga negara Indonesia yang telah memiliki KTP otomatis mendapatkan rekening bank. Program ini akan dijalankan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan jumlah WNI berusia 17 tahun ke atas mencapai sekitar 200 juta orang. Dengan saldo awal Rp50.000 per rekening, kebutuhan anggaran mencapai Rp11 triliun.
“Kalau 200 juta penduduk, atau sekitar Rp11 triliun lah,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (09/09).
Airlangga memastikan saldo awal tersebut dapat ditarik oleh pemilik rekening dan tidak menjadi dana mengendap. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Dukcapil untuk memadankan data penerima berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya pos cadangan belanja.
“Rp50 ribu dikali sekian orang, saya pikir enggak banyak-banyak amat. Cadangan belanja kita ada, selalu ada, dan saya lihat masih masuk,” katanya.
Mekanisme Program
- Rekening otomatis diberikan kepada WNI berusia 17 tahun dengan KTP.
- Saldo awal Rp50.000 tidak boleh terpotong biaya administrasi.
- Program dijalankan bertahap melalui BRI dan BSI.
- Pemerintah menyiapkan aturan khusus bersama Bank Indonesia dan OJK agar saldo tetap utuh.
Airlangga menambahkan, rekening ini akan dikonsolidasi untuk berbagai program pemerintah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen inklusi keuangan nasional.









