Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gelombang 4 Meter Ancam Perairan RI, Nelayan dan Kapal Feri Diminta Waspada

×

Gelombang 4 Meter Ancam Perairan RI, Nelayan dan Kapal Feri Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Img 20260510 Wa0002
Kapal-kapal nelayan yang berlabuh di pelabuhan tua Karangantu, Serang, Banten. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 8-11 September 2026.

Gelombang laut diprakirakan dapat mencapai ketinggian hingga 4 meter. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko keselamatan bagi nelayan, kapal penyeberangan hingga kapal berukuran besar.

Silakan gulirkan ke bawah

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra mengatakan setiap pengguna transportasi laut perlu memperhatikan batas aman pelayaran sesuai dengan jenis kapal dan kondisi cuaca.

“Masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan ambang batas aman keselamatan,” kata Agie.

Nelayan Perahu Kecil Paling Berisiko

BMKG memberikan perhatian khusus terhadap nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil.

Nelayan dengan perahu kecil dinilai memiliki risiko tinggi apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai lebih dari 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin berada di atas 16 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Untuk kapal feri penyeberangan, batas yang perlu diwaspadai yakni kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Sedangkan kapal kargo maupun kapal pesiar perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin melampaui 27 knot dan tinggi gelombang mencapai 4 meter.

Gelombang 4 Meter Berpotensi di Selatan Indonesia

BMKG mencatat kondisi cuaca laut tersebut dipicu tiupan angin kencang yang mencapai sekitar 25 knot di sejumlah wilayah.

Angin kencang terpantau di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, serta Laut Maluku.

Kondisi tersebut kemudian berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diprakirakan berpotensi terjadi di seluruh wilayah Samudra Hindia selatan Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Potensi gelombang tinggi juga terdapat di Samudra Hindia bagian barat, mulai dari wilayah Mentawai hingga Lampung.

Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang Sedang

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan gelombang dengan kategori sedang, yakni sekitar 1,25 hingga 2,5 meter, di sejumlah perairan.

Wilayah tersebut meliputi perairan Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudra Pasifik bagian utara Maluku.

BMKG meminta nelayan tradisional dan operator transportasi laut tidak mengabaikan kondisi cuaca sebelum maupun selama melakukan pelayaran.

Kewaspadaan terutama diperlukan bagi kapal dengan ukuran kecil yang lebih rentan terhadap perubahan angin dan tinggi gelombang.

Pelayaran Diminta Sesuaikan Kondisi Cuaca

BMKG mengimbau pelaku pelayaran untuk selalu mempertimbangkan kondisi meteorologi dan oseanografi sebelum mengambil keputusan berlayar.

Peringatan tersebut berlaku bagi berbagai moda transportasi laut, mulai dari perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri penyeberangan, hingga kapal kargo dan pesiar.

Dengan potensi gelombang mencapai 4 meter di sejumlah wilayah, masyarakat diminta tidak memaksakan aktivitas pelayaran apabila kondisi di lapangan dinilai sudah melewati ambang batas keselamatan.

Informasi perkembangan cuaca dan kondisi gelombang juga perlu terus dipantau melalui kanal resmi BMKG agar keputusan pelayaran dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.