Koma.id – Harga masker di sejumlah toko daring mendadak melonjak di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau dan meluasnya sebaran abu vulkanik. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah warga di media sosial karena terjadi ketika masker justru semakin dibutuhkan untuk melindungi diri dari paparan abu.
Salah satu keluhan datang dari warganet melalui Threads yang mengaku mendapati harga masker N95 medis isi 10 buah mencapai Rp100 ribu. Padahal, harga produk serupa sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu di platform e-commerce.
“Enggak ngotak harganya jadi mahal banget. Mau enggak mau beli karena butuh,” tulis akun tersebut.
Keluhan serupa juga muncul dari pembeli lain yang menyebut harga masker berubah setelah proses pemesanan dilakukan.
Harga Naik Setelah Checkout
Purbaya Pastikan Dana Penanganan Abu Anak Krakatau Bisa Ditambah, BNPB Pegang Hampir Rp1 Triliun
Sejumlah warganet mengaku mengalami pembatalan pesanan setelah melakukan checkout. Mereka kemudian menemukan harga produk yang sama sudah berubah jauh lebih mahal.
Salah satu pembeli mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan dirinya sempat melakukan checkout masker sebanyak 50 buah dengan harga Rp12 ribu. Namun, pesanan tersebut kemudian dibatalkan.
Keluhan lain bahkan menyebut harga masker yang sebelumnya berada di kisaran Rp200 ribu melonjak menjadi Rp1,3 juta.
Dalam percakapan yang dibagikan pembeli, penjual disebut mengaku sengaja menaikkan harga karena stok barang habis agar tidak ada konsumen yang melakukan checkout.
Ada pula pembeli yang mengaku pesanannya dibatalkan pada pagi hari setelah melakukan pemesanan pada malam sebelumnya dengan alasan harga masker mengalami perubahan.
Warga Terpaksa Membeli karena Butuh
Lonjakan harga tersebut menjadi sorotan karena terjadi ketika masyarakat membutuhkan masker akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Erupsi Anak Krakatau menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat penggunaan masker menjadi salah satu kebutuhan untuk mengurangi paparan abu.
Situasi itu pula yang membuat sebagian warga tetap membeli meski harga yang ditawarkan jauh lebih mahal.
Kenaikan harga masker yang dikeluhkan warga terjadi terutama melalui transaksi di marketplace. Belum ada keterangan yang menunjukkan seluruh penjual masker menaikkan harga, sehingga keluhan tersebut lebih tepat disebut sebagai laporan dari sejumlah konsumen.
Permintaan Masker Meningkat
Kebutuhan masker meningkat seiring meluasnya sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
Pemerintah dan otoritas terkait sebelumnya telah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak abu untuk menggunakan masker serta pelindung mata dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri masih menjadi perhatian setelah aktivitas erupsi menerus berlangsung sejak 4 September 2026. Gunung tersebut berada pada Level III atau Siaga.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat mencari masker, terutama jenis yang dinilai lebih mampu menyaring partikel seperti N95.
Namun, meningkatnya kebutuhan di tengah kondisi darurat juga memunculkan keluhan mengenai perubahan harga secara drastis oleh sejumlah penjual.
Warganet Soroti Seller
Keluhan yang beredar di media sosial bukan hanya mengenai mahalnya harga, tetapi juga dugaan pola penjualan dengan membatalkan pesanan lama kemudian menaikkan harga.
Bagi konsumen, tindakan tersebut dianggap merugikan karena dilakukan ketika masker sedang menjadi kebutuhan penting akibat kondisi lingkungan.
Meski demikian, keluhan yang beredar di media sosial belum dapat menjadi bukti bahwa seluruh penjual melakukan praktik serupa. Perlu ada pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kenaikan harga, apakah akibat kelangkaan stok, meningkatnya permintaan, perubahan harga pemasok, atau tindakan penjual tertentu.
Yang jelas, di tengah erupsi Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik, masker berubah menjadi barang yang semakin diburu masyarakat. Kondisi tersebut kemudian diikuti laporan mengenai kenaikan harga yang dalam sejumlah kasus disebut mencapai beberapa kali lipat hingga 10 kali dari harga sebelumnya.









