Koma.id | Kuala Lumpur – Rona lelah bercampur haru tampak di wajah puluhan jemaah umroh asal tanah air. Selepas menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan khusyuk, kepulangan mereka menuju Jakarta harus menemui jeda yang tak disangka-sangka. Letusan Gunung Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik pekat memaksa otoritas menutup sementara aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta demi keselamatan penerbangan.
Pesawat yang tumpangi mereka pun terpaksa mengalihkan rutenya ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia. Minggu (06/09).
Ditpolairud dan Basarnas Kerahkan KN Tetuka Cari 5 Wartawan Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau
Bagi para jemaah, mendarat di negeri jiran di luar jadwal kepulangan tentu menghadirkan sedikit rasa cemas. Kerinduan untuk segera berkumpul kembali bersama sanak keluarga di rumah harus ditunda sejenak. Kendati demikian, suasana tetap hangat dan terkendali berkat kesigapan pihak biro perjalanan yang langsung bergerak cepat mengurus seluruh kebutuhan transit jemaah.
Direktur Asni Tour, H. Makkah Aziz, memastikan bahwa seluruh jemaah berada dalam kondisi sehat, aman, dan mendapat penanganan penginapan yang layak selama berada di Kuala Lumpur.
“Keselamatan jemaah adalah prioritas utama kami. Penutupan bandara akibat abu vulkanik murni faktor keselamatan udara yang tidak bisa dipaksakan. Begitu pesawat dialihkan ke Kuala Lumpur, tim kami langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas setempat untuk menyiapkan hotel, konsumsi, dan transportasi transit yang nyaman,” ujar Makkah Aziz saat dihubungi.
Makkah menambahkan, pihak Asni Tour terus menjaga pembaruan situasi penerbangan dari AirNav Indonesia dan otoritas terkait di tanah air. Pihaknya juga berkomunikasi aktif dengan keluarga jemaah di Indonesia untuk memberikan kepastian dan ketenangan.
“Kami mengimbau keluarga di tanah air agar tidak khawatir. Seluruh jemaah kami dampingi penuh dan kami menganggap transit tak terduga ini sebagai bonus silaturahmi sebelum kembali berkumpul di rumah masing-masing. Begitu jalur udara dinyatakan aman dan Soekarno-Hatta dibuka kembali, penerbangan lanjutan akan segera diadakan,” lanjutnya.
Hingga saat ini, para jemaah beristirahat di salah satu hotel dekat kawasan bandara sambil menikmati waktu kebersamaan yang terjalin semakin erat, menanti langit Jakarta kembali bersih dan ramah untuk menyambut mereka pulang.









