Koma.id | Jakarta – Nilai tukar rupiah menutup perdagangan akhir pekan dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv, Jumat (04/09), rupiah terapresiasi 0,11% ke posisi Rp17.630 per dolar AS, level terkuat dalam 15 pekan terakhir.
Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menguat hingga 0,23% ke level Rp17.610 per dolar AS, sebelum akhirnya terkoreksi tipis 20 poin menjelang penutupan. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau naik 0,12% ke posisi 99,026, setelah sehari sebelumnya anjlok 0,69%.
Penguatan rupiah ditopang pelemahan dolar AS yang dipicu lonjakan yen Jepang lebih dari 2% ke level 155,47 yen/US$, mendekati posisi terkuat sejak Mei. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) sebesar 25 basis poin pada September mencapai 75%, setelah anggota Dewan Kebijakan BOJ Hajime Takata menegaskan perlunya langkah cepat menghadapi inflasi.
Tekanan terhadap dolar juga meningkat setelah Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller membuka peluang suku bunga dipertahankan bulan ini. Pernyataan tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga September dari 59% menjadi 48%.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah turut dipengaruhi eskalasi konflik AS–Iran di kawasan Teluk. Ketegangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasokan minyak global, sehingga mendorong investor mencari aset alternatif di pasar negara berkembang.
Purbaya Pastikan Dana Penanganan Abu Anak Krakatau Bisa Ditambah, BNPB Pegang Hampir Rp1 Triliun
Selain itu, pasar menanti rilis data tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls/NFP) pada Jumat malam waktu Indonesia. Ekonom memperkirakan penambahan 56.000 lapangan kerja baru pada Agustus, setelah kehilangan 23.000 pekerjaan pada Juli. Data yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi menekan dolar lebih lanjut.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif pada awal pekan depan. Untuk perdagangan Senin (7/9/2026), rupiah diproyeksikan berada di rentang Rp17.640–Rp17.690 per dolar AS, dengan potensi pelemahan terbatas. Sepanjang pekan depan, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.550–Rp17.850 per dolar AS.









