Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahNasional

Glow of Peace Waisak 2026: Bundaran HI Disulap Jadi Lautan Cahaya

Views
×

Glow of Peace Waisak 2026: Bundaran HI Disulap Jadi Lautan Cahaya

Sebarkan artikel ini
Glow Of Peace Waisak 2026 Di Hi

Koma.id | Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan acara bertema Illumination of Jakarta: Glow of Peace untuk menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE. Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, disulap menjadi lautan cahaya dengan instalasi bernuansa Buddha yang menarik perhatian masyarakat.

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyebut kegiatan ini melengkapi rangkaian perayaan lintas agama yang sebelumnya digelar Pemprov Jakarta.

Silakan gulirkan ke bawah

“Alhamdulillah ini menandakan kebersamaan di Jakarta itu semakin kental,” ujarnya seusai acara, Jumat (29/05).

Rano menegaskan pesan utama dari kegiatan ini adalah semangat kebersamaan. Tagline Jaga Jakarta disebut lahir dari pandangan bahwa ibu kota adalah milik bersama sehingga seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.

Selain itu, ia menilai kegiatan keagamaan yang dikemas dengan budaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sejak Desember 2025 hingga Maret 2026, perputaran ekonomi dari berbagai acara keagamaan di Jakarta mencapai Rp 67 triliun.

Acara berlangsung sejak Kamis (28/05) hingga Senin (01/06). Bundaran HI dihiasi sekitar 11 ornamen bercahaya, termasuk replika stupa Candi Borobudur dan patung Buddha berukuran besar. Instalasi ini menjadi pusat perhatian warga yang datang untuk berfoto dan menikmati suasana.

Dalam sesi doa dan renungan, umat Buddha berharap perayaan Waisak menjadi momentum kebangkitan nilai dharma agar dunia terhindar dari perpecahan. Mereka mengajak masyarakat memperkuat persatuan, toleransi, dan kasih terhadap sesama.

Sejumlah warga yang hadir, seperti Yellis (53) dan Theo (69), mengaku terharu dengan perayaan lintas agama di ruang publik. Yellis menyebut instalasi cahaya sebagai penghargaan bagi umat Buddha, sementara Theo menilai acara ini menegaskan pentingnya toleransi antarumat beragama.

Gelaran Glow of Peace menjadi bagian dari Tri Hari Suci Waisak yang puncaknya jatuh pada Minggu (31/05). Acara ini menghadirkan doa bersama, pertunjukan seni budaya, hingga instalasi cahaya yang dapat dinikmati masyarakat umum.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.