Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiNasional

BI Rate Naik, Rupiah Diyakini Menguat Mulai Juli

Views
×

BI Rate Naik, Rupiah Diyakini Menguat Mulai Juli

Sebarkan artikel ini
BI Rate Naik, Rupiah Diyakini Menguat Mulai Juli

Koma.id | Jakarta – Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil dan berpotensi menguat pada Juli–Agustus 2026. Keyakinan ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo setelah bank sentral memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Perry menjelaskan kenaikan BI Rate merupakan langkah terukur untuk menjaga stabilitas eksternal di tengah gejolak global.

Silakan gulirkan ke bawah

“Dengan kenaikan BI Rate dan perubahan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), kami meyakini aliran modal asing akan tetap besar ke dalam negeri,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (20/05).

BI mencatat pelemahan rupiah belakangan ini lebih dipengaruhi kombinasi tekanan eksternal dan faktor musiman domestik.

  • Tekanan global: perang di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, kebijakan tarif internasional, penguatan dolar AS, dan tingginya yield US Treasury.
  • Faktor domestik: meningkatnya kebutuhan valuta asing pada April–Juni untuk ibadah haji dan umrah, pembayaran utang luar negeri, serta pembagian dividen korporasi.

Untuk meredam tekanan, BI meningkatkan intensitas intervensi melalui tiga jalur:

  • Transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.
  • Transaksi spot di pasar domestik.
  • Instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Selain itu, suku bunga SRBI dinaikkan dalam dua bulan terakhir untuk menarik kembali aliran modal asing. Perry menegaskan kebijakan tersebut mulai membuahkan hasil dengan berbaliknya arus modal dari outflow menjadi inflow.

BI memperkirakan kebutuhan valas domestik akan menurun setelah Juni sehingga tekanan terhadap rupiah mereda.

“Kalau kita melihat histori, rupiah memang mendapat tekanan pada April, Mei, dan Juni, tetapi akan menguat pada Juli dan Agustus. Kami meyakini rupiah akan stabil dan cenderung menguat ke depan,” tegas Perry.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.