Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Berita

Aksi Brutal di Cempaka Mas: Penjaga Warung Madura Jadi Korban, Pelaku Mengaku Aparat TNI

Views
×

Aksi Brutal di Cempaka Mas: Penjaga Warung Madura Jadi Korban, Pelaku Mengaku Aparat TNI

Sebarkan artikel ini
20260505 1976894232 0 1000267452

Koma.id, JAKARTA – Jagat media sosial dihebohkan dengan video pemukulan dan penganiayaan terhadap pasangan suami istri penjaga Warung Madura di kawasan ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

Aksi kekerasan yang disertai perusakan warung tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai aparat TNI.

Silakan gulirkan ke bawah

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Paguyuban Warung Madura, Abdul Hamied, mengeluarkan pernyataan sikap tegas.

Pihaknya mengutuk keras tindakan premanisme yang menimpa anggotanya dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak.

“Kami mengutuk keras terjadinya pemukulan dan penganiayaan ini, apalagi korbannya termasuk seorang perempuan. Itu adalah perbuatan pengecut,” ujar Abdul Hamied dalam rilis resminya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

5 Tuntutan Paguyuban Warung Madura

Dalam pernyataan tertulisnya, Paguyuban Warung Madura menyampaikan lima poin utama terkait kasus penganiayaan di Cempaka Mas.

Mengutuk Tindakan Kekerasan: Menilai aksi pemukulan terhadap perempuan sebagai tindakan yang tidak jantan dan kejam.

Desakan Kepada Kepolisian: Meminta Polisi segera mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku yang melakukan aksi premanisme tersebut.

Proses Hukum Transparan: Jika benar pelaku adalah anggota TNI aktif, paguyuban mendesak agar proses hukum tetap dilakukan oleh Kepolisian RI karena masuk dalam ranah kriminalitas serius.

Himbauan Menahan Diri: Meminta seluruh penjaga Warung Madura di Indonesia untuk tetap tenang, waspada, dan tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kawal Kasus Hingga Tuntas: Paguyuban berkomitmen akan terus mendampingi korban hingga mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

Kasus ini menarik perhatian publik mengingat Warung Madura merupakan tulang punggung ekonomi rakyat yang sering beroperasi 24 jam.

Tindakan intimidasi dari pihak yang mengaku aparat dinilai sangat mencederai rasa aman para pelaku usaha kecil.

“Kami akan terus mengawal kasus ini agar anggota kami yang mengalami penganiayaan mendapat keadilan,” tegas Abdul Hamied.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dilaporkan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas pelaku dan kronologi lengkap kejadian di lapangan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.