Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaPolitik

Bantah Isi Opini Viral, Mafindo Tegaskan Ade Armando Bukan Pendiri

×

Bantah Isi Opini Viral, Mafindo Tegaskan Ade Armando Bukan Pendiri

Sebarkan artikel ini
Ade Armando
Influencer dan host Cokro TV, Ade Armando. [Foto : Tangkapan Layar Cokro TV]

Koma.id Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) memberikan klarifikasi terkait penyebutan nama politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus Komisaris PT PLN Nusantara Power, Ade Armando, sebagai pendiri organisasi tersebut. Pernyataan ini muncul setelah beredarnya opini berjudul “Paradoks Ade Armando” yang menyebut Ade sebagai salah satu sosok di balik pendirian Mafindo.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, secara tegas membantah klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa Ade Armando tidak memiliki keterlibatan dalam pendirian maupun aktivitas organisasi.

Silakan gulirkan ke bawah

“Mafindo didirikan oleh sekelompok pegiat literasi digital dan pemerhati isu misinformasi yang tergabung secara kolektif. Nama-nama pendiri Mafindo dapat diakses secara terbuka melalui situs resmi kami di mafindo.or.id. Ade Armando bukan pendiri, relawan maupun anggota Mafindo,” kata Septiaji dikutip.

Lebih lanjut, Septiaji menekankan bahwa Mafindo merupakan organisasi independen dan tidak terafiliasi dengan kepentingan politik praktis mana pun. Ia menyebut bahwa meskipun kebebasan berpendapat dijunjung tinggi dalam demokrasi, penyampaian informasi tetap harus berlandaskan pada akurasi dan verifikasi fakta.

Mafindo juga mengimbau publik untuk lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi, terutama yang mencantumkan nama lembaga. Septiaji meminta agar pihak-pihak yang menggunakan nama Mafindo dalam publikasi terlebih dahulu melakukan pengecekan dan konfirmasi.

“Kami berharap kasus politik yang merebak tak dikaitkan dengan Mafindo,” ucapnya.

Opini “Paradoks Ade Armando” yang beredar sebelumnya memuat pernyataan, “Lebih dari sekadar mengajar, ia (Ade) ikut mendirikan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), sebuah gerakan yang lahir dari kesadaran bahwa disinformasi adalah racun demokrasi.” Tulisan tersebut juga menyebut, “Nama Mafindo menjadi salah satu rujukan dalam ekosistem literasi digital Indonesia: lembaga yang mengajari publik cara membedakan fakta dari fabrikasi, cara membaca klaim tanpa tergesa-gesa menelannya.”

Menanggapi hal itu, Ade Armando turut memberikan bantahan. Ia menegaskan tidak memiliki peran dalam organisasi tersebut.

“Saya memang bukan pendiri Mafindo,” ucapnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.