Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiNasional

Pramono Ajak Warga Mudik ke Jakarta, Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman

Views
×

Pramono Ajak Warga Mudik ke Jakarta, Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman

Sebarkan artikel ini
Pramono Anung Wibowo
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.

Koma.id | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengajak masyarakat untuk merayakan Idulfitri di Jakarta sebagai langkah menghemat bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran.

“Saya tetap mendorong untuk mudik ke Jakarta, supaya BBM-nya juga tidak dibuang ke mana-mana,” ujar Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (06/03).

Silakan gulirkan ke bawah

Pramono memastikan stok BBM di Jakarta dalam kondisi aman dan menegaskan tidak akan terjadi antrean panjang di SPBU seperti yang sempat terjadi di sejumlah daerah. “Saya yakin di Jakarta tidak akan ada pembelian panik untuk urusan BBM,” katanya.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil meski harga minyak dunia melonjak tajam. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan pemerintah menjamin ketersediaan stok energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.

“Masyarakat diminta tetap tenang, tidak melakukan pembelian panik, dan tidak melakukan penimbunan yang bisa menyebabkan kelangkaan,” ujarnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan harga Pertalite tidak akan naik di tengah dinamika global. Saat ini, harga minyak Brent tercatat naik 4,93 persen ke USD85,41 per barel, sementara WTI melonjak 8,51 persen ke USD81,01 per barel.

Pemerintah memastikan distribusi BBM ke daerah berjalan lancar untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi energi selama Ramadan dan Idulfitri. Pramono menambahkan, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah program untuk warga yang memilih berlebaran di Jakarta, mulai dari diskon besar di pusat perbelanjaan hingga layanan transportasi umum gratis pada hari raya.

Dengan langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi, serta tidak terpengaruh isu kelangkaan yang dapat memicu kepanikan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.