Koma.id– Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) melaporkan bahwa kritik masyarakat terhadap penanganan banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dibalas dengan represi digital. Sejumlah aktivis hingga influencer yang menyuarakan kondisi lapangan dan kelambanan penanganan pascabencana menjadi sasaran doxing, peretasan, dan intimidasi siber.
Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menyatakan lembaganya telah menerima laporan dari figur publik dengan pengikut besar di media sosial yang mengalami serangan digital usai mengkritik penanganan bencana.
Serangan ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola sistematis dalam merespons kritik, di mana kekecewaan masyarakat kerap dipersepsikan sebagai ancaman alih-alih masukan konstruktif.
Lebih jauh, YLBHI juga mengkritik pendekatan penanganan bencana di wilayah Sumatera yang dinilai terlalu militeristik. Baginya, pengerahan aparat bersenjata secara masif tidak menyelesaikan akar persoalan bencana, melainkan justru mengabaikan kegagalan mendasar dalam aspek mitigasi, perencanaan tata ruang, dan perlindungan lingkungan.








