Koma.id– Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengungkap kondisi terkini sistem kelistrikan di Aceh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Darmawan mengakui, proses pemulihan listrik dari Arun menuju Banda Aceh menghadapi kendala teknis yang jauh lebih berat dari perkiraan awal.
Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 3 Juli 2026: BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang
Sebelumnya, PLN menyampaikan optimisme bahwa pasokan listrik di Aceh dapat segera kembali normal dengan proyeksi kesiapan sistem mencapai 93 persen. Namun, Darmawan menyatakan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Pernyataan Darmawan ini sekaligus membantah klaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menyebut bahwa listrik di Aceh Tamiang “hampir pulih total”.
“Ternyata dalam proses pengaliran listrik dari Arun ke Banda Aceh, kami menghadapi tantangan hambatan teknis. Kenyataannya bahwa penyaluran listrik ini jauh lebih berat daripada perkiraan kami,” kata Darmawan dalam konferensi pers, Selasa (9/12/2025).
Sememtara itu Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai pernyataan Bahlil berpotensi menyesatkan publik dan mencederai citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sangat miris terjadi di pemerintahan Prabowo, ada seorang menteri yang membohongi Presiden,” ujar Jerry.
Jerry menegaskan, berdasarkan laporan warga, listrik di Aceh Tamiang justru padam selama 10 hari tanpa pemulihan sama sekali.
“Faktanya di lapangan, listrik padam selama 10 hari dan tak menyala sama sekali,” tegasnya.







